JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami tekanan pada perdagangan hari ini (1/7/2026).
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 3,05% atau terkoreksi 177 poin ke level 5.643.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebutkan bahwa pergerakan IHSG masih dibayangi oleh berbagai sentimen global maupun domestik.
Investor sedang mencermati perkembangan dialog antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan baru akan memangkas suku bunga pada September 2026.
Di dalam negeri, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh tekanan nilai tukar rupiah yang menembus angka di atas Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.
Rupiah sendiri ditutup melemah 0,31% ke level Rp 17.907 per dolar AS pada Rabu (30/6/2026).
Nico menilai depresiasi rupiah terjadi karena ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter global yang masih ketat, sementara upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar belum direspons positif oleh pasar.
“Pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, dan aktivitas manufaktur yang akan menjadi indikator arah ekonomi ke depan,” imbuhnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Untuk perdagangan hari ini (1/7/2026), Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan koreksi pada kisaran 5.520 hingga 5.740.
Sentimen utama yang dicermati pelaku pasar antara lain adalah rilis data ekonomi Amerika Serikat seperti Conference Board Consumer Confidence, Present Situation, serta JOLTS Job Openings.
Dari sisi pergerakan, Indeks LQ45 juga mencatatkan pelemahan pada perdagangan hari ini.
Beberapa saham yang masih mencatatkan penguatan antara lain CPIN, PGEO, WIFI, ICBP, dan UNVR.
Sementara itu, saham yang mengalami tekanan meliputi ESSA, BRPT, MDKA, DEWA, dan CUAN.
Di luar indeks utama, saham yang mencatatkan kenaikan signifikan di antaranya PEGE, AYLS, BOBA, ESTA, dan ELPI.
Di sisi lain, saham dengan penurunan terdalam antara lain SAME, MMIX, EPAC, PANS, dan TALF.