JAKARTA – Emiten produsen air minum dalam kemasan, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60 miliar atau setara Rp2,5 per saham dari laba tahun buku 2025. Pembagian ini dilakukan di tengah strategi ekspansi agresif, termasuk pembangunan tiga pabrik baru dan perluasan jaringan distribusi di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Keuangan CLEO, Lukas Setio Wongso, menyampaikan bahwa dividen tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sembari menjaga momentum pertumbuhan. "RUPS menyetujui penggunaan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025 bagi dividen dengan total sebesar Rp60 miliar atau Rp2,5 per lembar saham," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Keputusan ini diambil meskipun laba bersih CLEO pada 2025 mengalami penurunan akibat tingginya biaya ekspansi dan persiapan operasional pabrik baru. Sepanjang tahun lalu, CLEO membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp2,83 triliun, tumbuh 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,70 triliun.
Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp390 miliar, turun 17,8 persen secara tahunan. Manajemen menilai tekanan profitabilitas tersebut bersifat sementara karena dipicu oleh peningkatan biaya depresiasi, tenaga kerja, serta biaya persiapan ekspansi.
Kondisi keuangan perseroan tetap solid dengan total aset yang meningkat 13,3 persen menjadi Rp3,02 triliun serta liabilitas yang turun 3,7 persen menjadi Rp706,7 miliar. Pada saat yang sama, ekuitas tumbuh 19,8 persen menjadi Rp2,31 triliun, yang memungkinkan perusahaan tetap membagikan dividen.
Memasuki 2026, CLEO mencatatkan pemulihan yang kuat dengan penjualan kuartal I/2026 sebesar Rp774 miliar, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga tumbuh 5 persen seiring dengan peningkatan volume penjualan dan efisiensi operasional.
Direktur Utama CLEO, Melisa Patricia, menyatakan optimisme perseroan untuk mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit sepanjang 2026. Optimisme ini didukung oleh rencana pengoperasian tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru untuk menekan biaya distribusi.
Selain memperluas kapasitas produksi, CLEO terus memperkuat jaringan distribusinya melalui anak usaha PT Sentral Sari Prima Sentosa (SPS) yang mengoperasikan sekitar 430 titik distribusi. Perseroan juga terus memperluas portofolio produk dengan menyasar segmen premium dan horeka melalui peluncuran Cleo Platine.
CLEO juga melanjutkan agenda keberlanjutan dengan menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya meningkat menjadi 8 MW pada 2026. Selain itu, penggunaan material plastik daur ulang terus diperluas guna mengurangi ketergantungan pada bahan baku plastik virgin.