IBM Luncurkan Solusi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Bisnis

IBM Luncurkan Solusi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Bisnis
Ilustrasi IBM meluncurkan solusi Agentic AI untuk mempercepat transformasi bisnis di Indonesia. (Gambar: NET)

JAKARTA – Penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada lingkungan perusahaan di tanah air kini mulai beralih. Teknologi ini tidak lagi hanya menjadi peranti pembantu produktivitas, melainkan telah berkembang menjadi sistem yang dapat menuntaskan pekerjaan dan menetapkan keputusan secara mandiri.

Pergeseran tren ini mendorong emiten teknologi global, IBM, untuk meluncurkan berbagai solusi yang bertumpu pada Agentic AI demi menyokong korporasi dalam mengakselerasi transformasi bisnis mereka. General Manager IBM Asia Pacific, Hans Dekkers, menilai bahwa Indonesia mempunyai prospek cerah dalam mendayagunakan Agentic AI sebagai motor penggerak ekspansi bisnis baru.

Peranti digital ini dipandang andal dalam menyokong korporasi mengoptimalkan efisiensi kerja, memacu inovasi, hingga memperkuat proses pengambilan kebijakan berbasis data. "Agentic AI dapat menjadi pendorong fase pertumbuhan berikutnya dengan membantu organisasi bekerja lebih cerdas, berinovasi lebih cepat, dan berkembang secara bertanggung jawab," ujar Hans sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hans memaparkan, pergerakan AI di wilayah Asia Pasifik bakal berperan sebagai elemen krusial dalam menumbuhkan nilai ekonomi digital pada beberapa tahun ke depan. Pihak IBM memproyeksikan kurang lebih 50% dari nilai bisnis digital anyar di Asia Pasifik pada tahun 2030 mendatang bakal disokong oleh penggunaan teknologi AI.

Fenomena serupa kini mulai tampak di Tanah Air, di mana merujuk pada data IBM CEO Study 2026, tercatat ada 90% CEO di Indonesia yang sudah memadukan AI ke dalam tiap alur operasional kerja. Sebanyak 80% CEO memandang AI telah mengubah strategi perusahaan, dan 65% pemimpin tidak ragu merumuskan kebijakan strategis dengan memijat insight yang diproduksi oleh AI.

Beriringan dengan adaptasi AI, lini korporasi mulai berhadapan dengan tantangan baru, mulai dari manajemen tata kelola data, proteksi keamanan, hingga proses penyatuan teknologi ke dalam sistem inti bisnis. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memandang bahwa sinergi antara otoritas, pelaku industri, dan akademisi menjadi kunci untuk mempercepat penerapan AI.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang menggodok draf peta jalan kecerdasan buatan nasional untuk membangun ekosistem AI yang menjunjung etika dan tanggung jawab. "Kolaborasi seperti ini penting untuk mendorong implementasi dan inovasi AI yang lebih nyata di Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan AI global," tutur Nezar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada sektor korporasi, pemanfaatan AI juga diaplikasikan demi mendongkrak efisiensi operasional serta mempercepat tempo penentuan kebijakan. Executive Vice President Bank Central Asia, Jayaprawirya Diah, mengungkapkan bahwa adopsi teknologi dari IBM sangat membantu pihak perbankan dalam menjaring insight bisnis yang mendalam serta menaikkan efektivitas kerja.

Salah satu terobosan mutakhir yang disodorkan oleh IBM ialah IBM Bob, sebuah platform perancangan perangkat lunak berbasis Agentic AI untuk skala korporasi. Platform ini dibekali kemampuan untuk menyelaraskan berbagai model AI sekaligus menyortir model yang paling ideal secara otomatis dengan menimbang biaya, performa, dan aspek keamanan.

IBM mengklaim platform inovatif ini sudah diaplikasikan oleh lebih dari 80.000 pekerja mereka di seluruh dunia dan terbukti mampu melejitkan angka produktivitas rata-rata sampai 45%. Bersamaan dengan itu, IBM merilis IBM Sovereign Core, platform yang disiapkan untuk mempermudah korporasi maupun lembaga negara dalam mengontrol proteksi keamanan, kepatuhan regulasi, tata kelola data, serta operasional AI dalam satu wadah.

Berdasarkan analisis IBM, tingkat kebutuhan pasar terhadap solusi digital terintegrasi ini diproyeksikan bakal terus merangkak naik ke depannya. Hal ini sejalan dengan banyaknya sektor usaha yang meleburkan AI ke dalam jantung operasional bisnis mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index