IHSG Berpotensi Hijau Ditopang Kontrak Baru PTPP Rp6,88 Triliun

IHSG Berpotensi Hijau Ditopang Kontrak Baru PTPP Rp6,88 Triliun
Ilustrasi PTPP (Foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksikan bakal melanjutkan tren kenaikannya pada sesi perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Gairah positif di pasar salah satunya dipicu oleh publikasi performa apik emiten konstruksi BUMN yang berhasil mengamankan raihan kontrak baru dengan nilai fantastis sampai dengan periode April.

Kecepatan laju indeks saham pada hari ini diestimasi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat setelah sempat diterpa volatilitas. Para pemodal internasional dan domestik saat ini sedang mencermati pengumuman indikator makroekonomi teranyar serta fluktuasi nilai tukar rupiah atas dolar AS yang mendikte arah perputaran modal asing.

Salah satu motor penggerak utama di pasar bersumber dari sektor infrastruktur dan konstruksi. PT PP Tbk dengan kode saham PTPP mempublikasikan perolehan nilai kontrak baru yang masif, di mana hal ini bertindak sebagai stimulus positif untuk laju saham sektor properti dan bangunan menjelang akhir pekan ini.

PTPP Amankan Kontrak Baru Rp6,88 Triliun Merujuk pada publikasi resminya, PTPP sukses mengantongi nilai kontrak baru hingga Rp6,88 triliun per April 2026. Capaian tersebut mendongkrak rasa optimisme pasar atas kelanjutan pengerjaan proyek infrastruktur nasional di tengah dinamika ekonomi triwulan kedua.

Lini penopang paling besar dari akumulasi kontrak baru tersebut masih didominasi oleh proyek-proyek strategis kepunyaan pemerintah. Ketersediaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN menjadi penggerak roda utama bagi aktivitas operasional perseroan.

Pihak manajemen memaparkan bahwa porsi proyek yang bersumber dari sektor pemerintah memegang andil paling dominan. Di lain pihak, sisanya terbagi ke dalam pengerjaan proyek yang dibiayai oleh badan usaha milik negara serta entitas swasta.

Berikut merupakan rincian komposisi sektor sumber pendanaan kontrak baru yang diraih perseroan sampai dengan akhir April 2026:

Distribusi Sumber Dana Kontrak Baru PTPP Per April 2026:

  1. Proyek Pemerintah: Persentase Kontribusi: 82%
  2. Proyek BUMN: Persentase Kontribusi: 10%
  3. Proyek Swasta: Persentase Kontribusi: 8%

Rekomendasi Teknikal Saham Pilihan Analis pasar modal menilai pencapaian kontrak ini mempertebal posisi tawar saham-saham konstruksi di lantai bursa. Secara teknikal, pergerakan saham PTPP bersama beberapa emiten terafiliasi mulai memperlihatkan sinyal akumulasi oleh para pelaku pasar.

Selain industri konstruksi, beberapa lini lain seperti perbankan blue chip serta komoditas juga menarik untuk dicermati oleh para pemodal untuk perdagangan hari ini. Naik turunnya harga komoditas global diperkirakan bakal ikut mewarnai aktivitas transaksi di bursa.

Para analis menyarankan sejumlah strategi perdagangan yang bisa dipraktikkan oleh pemodal ritel pada hari ini, antara lain: Mengeksekusi aksi beli secara bertahap pada saham-saham sektor konstruksi yang ditopang fundamental kuat serta backlog kontrak masif.

Memperhatikan batas dukungan atau support terdekat demi mereduksi risiko tekanan aksi jual secara tiba-tiba. Mengambil keuntungan dari momentum jenuh jual pada saham perbankan berkapitalisasi besar untuk tujuan investasi jangka menengah.

"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Volume transaksi di Bursa Efek Indonesia menjelang penutupan pekan ini diproyeksikan tetap tinggi. Para pemodal diimbau untuk tetap patuh dalam mempraktikkan manajemen risiko serta memantau pergerakan arus modal asing secara berkala.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index