JAKARTA – PT Weha Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp21 miliar untuk mendatangkan sekitar 30 unit armada baru pada tahun 2026.
Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata menjelaskan bahwa untuk lini bus pariwisata, perusahaan ini berencana menghadirkan armada baru yang difokuskan untuk melayani keperluan berbasis proyek maupun kontrak jangka panjang. Langkah tersebut berjalan seiring dengan upaya penetrasi ke sektor minyak dan gas, korporasi, hingga lembaga pendidikan.
Di samping itu, untuk lini bisnis angkutan antarkota, perseroan saat ini mulai melakukan uji coba penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Strategi tersebut diambil sebagai langkah jangka panjang untuk memangkas ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
“Perseroan juga menyiapkan tambahan sekitar 30 unit armada baru pada lini antarkota dengan nilai investasi mencapai Rp21 miliar,” ujarnya melalui keterangan tertulis sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (18/5/2026).
Andrianto juga memastikan bahwa manajemen menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menggunakan anggaran capex di tahun 2026 ini, terutama dalam memilih investasi kendaraan yang jauh lebih efisien dan optimal. Dia tidak menampik bahwa bisnis di sektor transportasi darat saat ini masih menghadapi tekanan biaya operasional serta tantangan daya beli masyarakat.
Meskipun demikian, sikap optimis tetap dipertahankan melalui persiapan strategi ekspansi armada, digitalisasi pelayanan, hingga penetrasi ke ceruk pasar baru untuk mendorong pertumbuhan pada tahun 2026.
Andrianto memaparkan bahwa telah menetapkan sejumlah inisiatif strategis untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan pada tahun depan. Salah satu fokus utama dari perseroan adalah memperkuat pemanfaatan sistem teknologi dan aplikasi digital demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.
Upaya tersebut meliputi pengembangan fitur baru pada platform pemesanan daring demi meningkatkan kenyamanan para pelanggan.
“Perseroan akan memperkuat penggunaan sistem teknologi dan aplikasi digital secara berkesinambungan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional,” lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain program digitalisasi, WEHA juga mulai kembali membidik potensi pasar dari segmen institusional seperti sekolah dan korporasi. Strategi ini dijalankan melalui sinergi antarlini bisnis, mulai dari penyewaan bus, angkutan antarkota, hingga layanan perjalanan wisata Explorer demi memaksimalkan utilitas dari armada yang dipunyai.
Kinerja Kuartal I/2026 Tumbuh Double Digit
Di tengah pelaksanaan strategi ekspansi tersebut, WEHA mencatatkan pertumbuhan kinerja yang terhitung solid pada kuartal I/2026. Nilai pendapatan perseroan meningkat 18% secara tahunan menjadi Rp82 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang menyentuh Rp700 miliar. Sementara itu, EBITDA turut meningkat 23% dari Rp18,4 miliar menjadi Rp22,60 miliar.
Pencapaian positif tersebut dijumpai di seluruh lini bisnis perseroan, mulai dari bus charter, intercity shuttle dan logistik, hingga open trip. Sektor intercity shuttle menjadi penggerak pertumbuhan utama berkat lonjakan pendapatan 31% menjadi Rp55 miliar dari yang sebelumnya berada di angka Rp41,9 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pergerakan mobilitas masyarakat serta dibukanya rute-rute strategis baru.
Di sisi lain, segmen open trip membukukan kenaikan pendapatan 12% menjadi Rp1,9 miliar jika dikomparasikan dengan perolehan Rp1,7 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Sementara itu, untuk lini bus charter mencatatkan pendapatan sebesar Rp25,7 miliar, atau mengalami sedikit penyesuaian berkisar 3% jika dibandingkan dengan perolehan kuartal I/2025 yang mencapai Rp26,6 miliar.