JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) telah mendapatkan fasilitas kredit berupa Green Trade Loan dari HSBC Indonesia dengan nilai mencapai Rp 500 miliar guna pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
Fasilitas kredit ini memiliki sifat jangka pendek (short term) dan uncommitted. Seluruh dana tersebut akan dialokasikan khusus untuk pembiayaan berbagai proyek yang memenuhi kriteria hijau atau berkelanjutan.
Mitratel berencana memanfaatkan pendanaan ini untuk memperluas jangkauan jaringan Fiber to the Tower sekaligus memperkuat ekosistem menara telekomunikasi yang ramah lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menaruh harapan agar langkah ini dapat meningkatkan efisiensi energi serta menekan jejak karbon operasional perusahaan melalui pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
“Fasilitas Green Trade Loan ini menjadi bagian penting dari strategi Mitratel dalam memperkuat pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan di Indonesia,” jelas pria yang akrab dipanggil Teddy dalam keterangan resmi sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rabu (14/5/2026).
Selain itu, Mitratel juga terus berupaya mengembangkan green tower initiatives lewat pemanfaatan energi terbarukan. Hal ini mencakup penguatan pada layanan Power as a Service (PaaS) serta integrasi penggunaan panel surya pada menara-menara telekomunikasi.
Teddy menilai bahwa pendekatan tersebut tidak sekadar meningkatkan efisiensi secara operasional, namun juga memperkokoh kontribusi perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di sektor infrastruktur digital.
Menurut pandangannya, kolaborasi antara Mitratel dengan HSBC mencerminkan betapa kuatnya fundamental Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dimiliki Mitratel di tengah ekspansi bisnis yang sedang berjalan.
“Pencapaian ESG Risk Rating Mitratel di level 18,8 kategori low risk menunjukkan kemampuan perseroan mengelola risiko keberlanjutan secara konsisten,” ucap Teddy sebagaimana dilansir dari berita sumber.