Aset Dana Pensiun Tumbuh 10,49 persen pada Kuartal I 2026

Aset Dana Pensiun Tumbuh 10,49 persen pada Kuartal I 2026
Ilustrasi Sepasang Lansia Menikmati Masa Pensiun (Foto: allianz.co.id)

JAKARTA – Berbagai pelaku di industri dana pensiun berhasil membukukan kenaikan aset pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh beragam faktor, di antaranya perolehan hasil investasi yang positif serta adanya kenaikan pada iuran peserta.

Merujuk data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi aset industri dana pensiun menyentuh angka Rp 1.684,89 triliun hingga Maret 2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 10,49% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Budi Sutrisno selaku Direktur Utama Dapen BCA mengungkapkan bahwa aset perusahaannya tercatat berada di angka Rp 6,12 triliun per Maret 2026, yang berarti tumbuh 3,94% YoY.

“Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perkembangan industri dana pensiun yang juga mencatat peningkatan aset, didukung oleh hasil investasi yang positif serta penambahan iuran peserta,” ujar Budi kepada Kontan, belum lama ini sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna memaksimalkan pertumbuhan aset dan imbal hasil, Dapen BCA konsisten menerapkan strategi investasi secara prudent dengan tetap memprioritaskan aspek keamanan portofolio serta likuiditas.

“Pengelolaan portofolio juga dilakukan secara aktif dengan menyesuaikan komposisi investasi terhadap dinamika suku bunga, kondisi pasar keuangan, serta outlook ekonomi domestik maupun global,” lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, pihak perusahaan turut melakukan modifikasi pada komposisi portofolio investasi agar sesuai dengan pergerakan suku bunga dan perkembangan pasar keuangan. Dalam situasi ini, instrumen seperti SRBI menjadi salah satu pilihan untuk penempatan dana jangka pendek.

Penempatan dana tetap dialokasikan pada instrumen perbankan serta instrumen investasi lainnya dengan menyesuaikan kebutuhan likuiditas dan profil risiko dana pensiun.

Di sisi lain, Presiden Direktur DPLK Avrist, Firmansyah, menyatakan bahwa aset kelolaan DPLK Avrist mengalami pertumbuhan sekitar 8,65% YoY pada kuartal I-2026, meski ia tidak menyebutkan secara mendetail mengenai nominal aset tersebut.

“Kami melihat pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari pertumbuhan kepesertaan, peningkatan iuran, hingga stabilitas hasil investasi di tengah dinamika pasar yang masih cukup menantang,” ujarnya kepada Kontan, Senin (11/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam upaya menjaga tren pertumbuhan aset ke depannya, DPLK Avrist mengutamakan strategi investasi yang berkelanjutan dan prudent.

Sebagai lembaga yang menerapkan sistem participant choice investment, perusahaan melakukan sinkronisasi strategi investasi dengan pilihan investasi serta profil risiko peserta.

Firmansyah menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif memperhatikan kualitas underlying asset, durasi instrumen investasi, komposisi portofolio, arah suku bunga, hingga stabilitas likuiditas.

“Dalam dana pensiun, fokus kami bukan return yang agresif, tetapi return yang konsisten dan sustainable,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih lanjut, perusahaan juga melakukan adaptasi portofolio investasi mengikuti perubahan siklus suku bunga dan dinamika pasar. Penyesuaian difokuskan pada penguatan instrumen likuid, kualitas instrumen, durasi fixed income, serta optimalisasi yield dengan risiko yang tetap terukur.

Firmansyah menambahkan bahwa saat ini DPLK Avrist tidak mengelola dana berbasis saham, sehingga volatilitas portofolio cenderung lebih stabil jika dibandingkan dengan instrumen yang bersifat agresif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index