Film

Film Kuyank Raih 1 Juta Penonton Dalam 30 Hari Masa Penayangan

Film Kuyank Raih 1 Juta Penonton Dalam 30 Hari Masa Penayangan
Film Kuyank Raih 1 Juta Penonton Dalam 30 Hari Masa Penayangan

JAKARTA - Film horor Kuyank sukses mencatatkan pencapaian luar biasa dengan merangkul total satu juta penonton setelah tiga puluh hari tayang di layar bioskop.

Kabar gembira mengenai prestasi gemilang tersebut diumumkan secara resmi oleh pihak rumah produksi DHF Entertainment melalui unggahan media sosial pada Jumat 27 Februari 2026.

Pencapaian angka keramat satu juta pasang mata ini membuktikan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap genre horor lokal yang mengangkat mitos daerah tetap sangat tinggi.

Pencapaian Prestisius Di Awal Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam

Film garapan sutradara Johansyah Jumberan ini menjadi karya kedua yang berhasil menembus angka sejuta penonton pada periode awal tahun ini setelah kesuksesan film Alas Roban.

Angka satu juta penonton dalam waktu tiga puluh hari merupakan hasil dari konsistensi distribusi yang baik serta kekuatan cerita yang sangat dekat dengan kepercayaan masyarakat.

Keberhasilan ini disambut haru oleh seluruh kru dan pemain yang telah bekerja keras selama proses syuting yang cukup menantang di wilayah Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu.

Latar Belakang Cerita Dan Semesta Sinematik Saranjana

Kuyank hadir sebagai prekuel dari semesta film Saranjana Kota Ghaib yang menceritakan kejadian tujuh tahun sebelum peristiwa besar di kota gaib tersebut akhirnya mulai terkuak.

Cerita ini berfokus pada karakter Rusmiati yang diperankan oleh Putri Intan Kasela dalam upayanya mempertahankan keutuhan rumah tangga melalui cara-cara mistis yang sangat berbahaya bagi sekitarnya.

Penonton dibawa melihat bagaimana rasa takut akan kehilangan suami membuat seorang perempuan nekat mempelajari ajian ilmu hitam kuyang yang sangat melegenda di tanah Borneo hingga kini.

Transformasi Dan Totalitas Akting Para Pemeran Utama

Aktris Putri Intan Kasela menunjukkan dedikasi luar biasa dengan melakukan berbagai adegan berat termasuk berendam dalam gentong air dingin pada waktu dini hari yang sangat mencekam.

Rio Dewanto yang berperan sebagai Badri juga memberikan performa yang sangat solid sebagai suami yang menjadi pusat konflik batin bagi sang istri dalam menjalankan ilmu hitam.

Kehadiran aktor senior Barry Prima turut memperkuat dinamika cerita dalam film ini sehingga memberikan kesan horor klasik yang sangat kuat bagi para penonton di seluruh Indonesia.

Meluruskan Mitos Kuyang Sebagai Manusia Berilmu Hitam

Melalui film ini sutradara ingin memberikan pemahaman baru bahwa sosok kuyang bukanlah sekadar hantu atau jin melainkan manusia yang mempraktikkan ajian tertentu demi tujuan pribadi.

Edukasi mengenai mitos lokal Kalimantan ini dikemas dengan visual yang mengerikan namun tetap mengedepankan nilai-nilai moral tentang konsekuensi dari perbuatan yang melanggar norma agama dan sosial.

Respons positif dari penonton pada Minggu 1 Maret 2026 menunjukkan bahwa pendekatan cerita yang berakar pada budaya lokal selalu memiliki tempat tersendiri di hati penggemar film nasional.

Tantangan Syuting Di Lokasi Ekstrim Kalimantan Selatan

Proses pengambilan gambar yang dilakukan di Kandangan dan Banjarmasin memberikan atmosfer yang sangat autentik namun juga menghadirkan tantangan fisik yang sangat berat bagi para kru produksi.

Putri Intan Kasela menceritakan bagaimana dirinya harus bertahan dalam kondisi basah kuyup di tengah hutan demi mendapatkan gambar yang sempurna untuk adegan transformasi menjadi sosok kuyang.

Semangat kebersamaan tim selama dua puluh satu hari masa syuting akhirnya terbayar lunas dengan apresiasi jutaan penonton yang terus mengalir hingga hari terakhir penayangan di bioskop resmi.

Harapan Bagi Masa Depan Industri Film Horor Indonesia

Keberhasilan Kuyank diharapkan dapat memicu sineas lain untuk terus mengeksplorasi kekayaan mitos nusantara yang sangat beragam dari Sabang sampai Merauke dengan kualitas produksi yang semakin baik.

DHF Entertainment berkomitmen untuk terus menghadirkan tontonan berkualitas yang tidak hanya menghibur namun juga mampu mengangkat martabat budaya daerah ke level nasional bahkan hingga tingkat internasional.

Hingga Minggu 1 Maret 2026 antusiasme penonton di beberapa daerah masih terlihat stabil yang menandakan bahwa film ini memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi pecinta horor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index