Selain keamanan, aspek keadilan energi (energy equity) juga menjadi perhatian serius. Pilar kedua ini berkaitan erat dengan keterjangkauan harga atau affordability. PHE berkomitmen untuk menjaga agar energi yang diproduksi dapat dinikmati oleh masyarakat dengan harga yang rasional, sehingga mendukung daya beli dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Ekspansi Masif Melalui Eksplorasi Area Baru
Jurus kedua yang dijalankan oleh PHE adalah agresivitas dalam mencari sumber-sumber migas baru. Strategi ini sangat vital mengingat lapangan-lapangan migas yang ada saat ini secara alami akan mengalami penurunan produksi jika tidak dibarengi dengan penemuan cadangan baru.
Oleh karena itu, PHE terus mendorong kegiatan eksplorasi, baik di wilayah kerja yang sudah ada maupun di area-area frontier yang belum terjamah.
Dalam beberapa waktu terakhir, PHE telah menunjukkan hasil nyata melalui temuan cadangan gas bumi di Sulawesi Tengah serta optimalisasi lapangan-lapangan eksisting seperti di Blok Mahakam.
Dengan menerapkan teknologi mutakhir dan konsep baru yang disebut New Exploration Free Concept, PHE optimistis dapat menemukan "harta karun" migas yang selama ini tersembunyi.
"Kita cari partner, jadi bukan hanya kita memikirkan sendiri, sehingga ada partner untuk diskusi, maka strategi ketiga kita itu adalah partner kita. Jadi ini adalah strategi yang dilakukan," jelas perwakilan manajemen PHE sebelumnya mengenai pentingnya kolaborasi global dalam eksplorasi.
Inovasi Bisnis Rendah Karbon dan Energi Hijau
Menatap masa depan, PHE tidak hanya fokus pada energi fosil konvensional. Sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan dan target Net Zero Emission, perusahaan mulai serius membangun bisnis rendah karbon (building low carbon business). Ini merupakan pilar ketiga yang menjadi pembeda dalam strategi swasembada energi kali ini.
Fokus utama dalam pilar ini adalah pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Teknologi ini memungkinkan PHE untuk menangkap emisi karbon dari kegiatan operasional dan menyimpannya kembali ke dalam perut bumi, sehingga meminimalisir dampak lingkungan dari produksi migas.
Langkah dekarbonisasi ini menjadi syarat mutlak agar industri hulu migas tetap relevan di era transisi energi.
Selain itu, PHE juga merambah ke sektor energi hijau dengan mengeksplorasi potensi hidrogen alami. "Fokus utama kami adalah geological hydrogen atau hidrogen alami yang kita bisa jadikan salah satu alternatif bahan bakar yang juga merupakan energi hijau," ungkap Whisnu.
Inovasi ini menunjukkan bahwa PHE tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga bertransformasi menjadi perusahaan energi yang ramah lingkungan.
Investasi Besar Demi Kedaulatan Masa Depan
Untuk merealisasikan seluruh target tersebut, dukungan finansial yang kuat menjadi keharusan. PHE tidak main-main dalam hal ini, dengan menyiapkan anggaran investasi mencapai Rp789 triliun untuk jangka waktu lima tahun ke depan.
Anggaran fantastis ini dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek strategis, mulai dari pengeboran sumur eksploitasi, kegiatan eksplorasi yang agresif, hingga pengembangan infrastruktur energi terbarukan.
Data terbaru menunjukkan bahwa produksi minyak PHE telah menembus angka 553.000 barel per hari pada kuartal III 2025. Dengan tren positif ini, perusahaan yakin bahwa target-target yang ditetapkan pemerintah dalam Program Asta Cita dapat tercapai tepat waktu.
Keberhasilan PHE dalam menghidupkan kembali sumur-sumur tua yang sudah lama tidak beroperasi juga menjadi bukti nyata efektivitas strategi teknis yang mereka terapkan.
Secara keseluruhan, tiga jurus yang disiapkan PHE—penguatan pilar energi, ekspansi eksplorasi, dan pengembangan bisnis rendah karbon—merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Melalui sinergi antara teknologi, investasi, dan kolaborasi strategis, Indonesia optimis dapat melepaskan diri dari ketergantungan energi impor dan berdiri tegak sebagai negara yang berswasembada energi. Langkah ini bukan hanya tentang memproduksi minyak dan gas, tetapi tentang memastikan masa depan ekonomi Indonesia tetap menyala dan berdaulat.