UNIVERSITAS

Kolaborasi Strategis Universitas Hasanuddin dan Hiroshima University Perkuat Riset Restorasi Mangrove

Kolaborasi Strategis Universitas Hasanuddin dan Hiroshima University Perkuat Riset Restorasi Mangrove
Kolaborasi Strategis Universitas Hasanuddin dan Hiroshima University Perkuat Riset Restorasi Mangrove

JAKARTA - Upaya penyelamatan ekosistem pesisir di Indonesia kini mendapatkan suntikan inovasi baru melalui kolaborasi internasional. Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi memperkuat kerja sama dengan Hiroshima University dari Jepang untuk menggarap riset kelautan berkelanjutan. 

Fokus utama dari kemitraan ini adalah pengembangan proyek kolaboratif bertajuk Mangrove Restoration and Aquaculture, sebuah inisiatif yang memadukan ilmu pengetahuan dengan praktik lapangan untuk menciptakan model pengelolaan pesisir yang lebih modern dan terukur.

Langkah ini bukan sekadar riset di atas kertas, melainkan sebuah misi untuk menghadirkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan global. Dengan menggandeng universitas ternama dari Negeri Sakura, Unhas memosisikan diri sebagai pusat unggulan dalam inovasi kelautan yang berbasis pada sains.

Integrasi Restorasi Ekosistem dan Sistem Akuakultur yang Ramah Lingkungan

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa (JJ), menyatakan bahwa program riset bersama ini dirancang secara khusus untuk menyatukan dua aspek penting: pelestarian alam dan produktivitas ekonomi. Pendekatan restorasi ekosistem mangrove akan diintegrasikan langsung dengan sistem akuakultur yang produktif namun tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam keterangannya di Makassar pada Rabu (18/2/2026), Prof. JJ menekankan bahwa isu restorasi mangrove dan akuakultur merupakan sektor yang sangat strategis. Hal ini sangat relevan dengan identitas Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai luas dan ketergantungan besar pada sumber daya laut. 

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir riset-riset yang memberikan dampak langsung, baik bagi kesehatan lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Intervensi Sains untuk Kesejahteraan Nyata di Wilayah Pesisir Indonesia

Lebih jauh lagi, Prof. JJ memaparkan bahwa Unhas telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mendukung sektor kelautan dan perikanan nasional. Salah satu contoh nyata yang sudah berjalan adalah pengembangan fasilitas produksi es di Pulau Barrang Lompo. 

Inisiatif ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan solusi teknologi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan agar tetap segar.

Dengan ikan yang lebih segar, nilai jual produk nelayan akan meningkat secara signifikan. Inilah yang dimaksud dengan intervensi berbasis sains dan teknologi yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat bawah. 

"Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga pada lesson learned dalam pengelolaan kawasan mangrove dan akuakultur secara terpadu," tegas Prof. JJ.

Beliau juga menambahkan bahwa model yang dihasilkan dari proyek percontohan ini nantinya tidak hanya berhenti di satu titik. Harapannya, keberhasilan riset ini dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di seluruh penjuru Indonesia, sehingga manfaatnya bersifat nasional dan berkelanjutan.

Akselerasi Internasionalisasi Kampus Melalui Program Pendidikan Gelar Ganda

Selain fokus pada penelitian lingkungan, pertemuan ini juga membahas penguatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan. Rektor Unhas menyoroti pentingnya pengembangan program double degree atau gelar ganda sebagai bagian dari strategi akselerasi internasionalisasi kampus. 

Hal ini bertujuan agar mahasiswa Unhas memiliki daya saing yang kuat di level global.

Dalam konteks kerja sama dengan Hiroshima University, Unhas berencana membuka peluang pemanfaatan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Langkah ini diambil untuk memperluas akses bagi mahasiswa Indonesia agar bisa mengenyam pendidikan dengan standar global tanpa terkendala biaya, sekaligus mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Jepang.

Komitmen Global Hiroshima University dalam Sektor Ilmu Kelautan Berkelanjutan

Gayung bersambut, pihak Jepang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kolaborasi ini. Vice President (International Exchange/Japanese Language Education) sekaligus Director of Morito Institute of Global Higher Education Hiroshima University, Kazuhiko Koike, memberikan apresiasi mendalam saat diterima di Makassar.

Prof. Kazuhiko Koike menyatakan bahwa Hiroshima University memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap pengembangan ilmu kelautan dan perikanan berkelanjutan. Kehadiran delegasi Jepang di kampus Unhas menjadi bukti nyata bahwa masalah lingkungan pesisir adalah tanggung jawab bersama secara internasional. 

Melalui pertukaran ilmu dan teknologi ini, kedua institusi optimistis mampu menciptakan standar baru dalam pengelolaan ekosistem mangrove yang mampu menyeimbangkan antara konservasi dan kebutuhan hidup manusia.

Sinergi antara Unhas dan Hiroshima University ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam riset kelautan Indonesia. Dengan menggabungkan kearifan lokal pesisir Indonesia dan kecanggihan teknologi Jepang, masa depan mangrove dan kesejahteraan nelayan Indonesia kini menatap arah yang lebih cerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index