OJK

OJK Melalui Program Ngume Memacu Inklusi Keuangan Pelaku UMKM Barito Timur

OJK Melalui Program Ngume Memacu Inklusi Keuangan Pelaku UMKM Barito Timur
OJK Melalui Program Ngume Memacu Inklusi Keuangan Pelaku UMKM Barito Timur

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas jangkauan literasi dan akses finansial hingga ke pelosok Kalimantan Tengah. Melalui inisiatif inovatif yang diberi nama Program "Ngume", OJK berkomitmen untuk mengakselerasi tingkat inklusi keuangan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Barito Timur (Bartim). 

Program ini hadir bukan sekadar sebagai agenda rutin, melainkan sebagai mesin penggerak transformasi ekonomi masyarakat pedesaan agar lebih mandiri, melek finansial, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui dukungan perbankan yang tepat sasaran.

Kabupaten Barito Timur memiliki potensi ekonomi kerakyatan yang luar biasa, namun akses terhadap perbankan sering kali menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan usaha lokal. Program Ngume dirancang khusus untuk menjembatani jarak antara penyedia jasa keuangan dengan para pelaku usaha kecil.

Dengan mempermudah akses modal dan memberikan pemahaman mengenai manajemen keuangan modern, OJK berharap struktur ekonomi di Bartim dapat tumbuh lebih inklusif, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan dukungan finansial guna mengembangkan potensi usaha mereka.

Filosofi Program Ngume Sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Masyarakat Barito Timur

Secara harfiah, istilah "Ngume" membawa semangat kearifan lokal yang akrab di telinga masyarakat Dayak di Barito Timur, yang mencerminkan aktivitas berladang atau bercocok tanam. Semangat untuk menanam dan memanen ini diadopsi oleh OJK sebagai simbol dari pertumbuhan ekonomi yang terencana. 

Melalui program ini, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) berupaya menanamkan pemahaman bahwa akses keuangan yang legal dan terkelola adalah benih utama bagi kemakmuran jangka panjang bagi para pengrajin, pedagang, dan petani di wilayah tersebut.

Penerapan Program Ngume di Barito Timur menitikberatkan pada sosialisasi yang menyasar langsung ke akar rumput. OJK menyadari bahwa inklusi keuangan tidak akan tercapai hanya dengan menyediakan produk perbankan, tetapi harus dibarengi dengan edukasi yang intensif. 

Dengan pemahaman yang lebih baik, para pelaku UMKM diharapkan tidak lagi terjebak pada praktik pinjaman ilegal yang menjerat, melainkan beralih ke produk-produk perbankan resmi yang menawarkan suku bunga rendah dan pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Optimalisasi Penyaluran Kredit Sektor Prioritas Bagi Para Pelaku Usaha Lokal

Salah satu target utama dari Program Ngume adalah mendorong peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai skema pembiayaan mikro lainnya di Barito Timur. 

OJK memfasilitasi pertemuan antara pihak perbankan dengan calon debitur dari sektor UMKM untuk memastikan bahwa kendala administratif dapat diatasi dengan solusi yang saling menguntungkan. 

Fokus penyaluran modal ini diarahkan pada sektor-sektor unggulan daerah, seperti pertanian, perkebunan, dan industri kreatif rumahan yang menjadi tulang punggung ekonomi Bartim.

Pihak OJK menegaskan bahwa kemudahan akses modal melalui Program Ngume harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk UMKM itu sendiri. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, para penerima manfaat program ini juga mendapatkan pelatihan mengenai standarisasi produk dan pengemasan agar layak masuk ke pasar modern. 

Dengan modal yang cukup dan kualitas produk yang meningkat, UMKM di Barito Timur diproyeksikan dapat naik kelas, yang pada akhirnya akan mendongkrak pendapatan per kapita dan mengurangi angka kemiskinan di wilayah tersebut.

Digitalisasi Layanan Perbankan Sebagai Solusi Akses Keuangan Di Wilayah Pelosok

Di era digital 2026 ini, inklusi keuangan tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan teknologi. Program Ngume juga mengusung misi digitalisasi keuangan bagi UMKM di Barito Timur. 

OJK mendorong perbankan untuk memperluas jangkauan layanan melalui agen-agen perbankan di desa-desa (Laku Pandai) serta penggunaan sistem pembayaran nontunai (QRIS). 

Hal ini sangat krusial bagi Barito Timur yang memiliki tantangan geografis, di mana jarak ke kantor cabang bank sering kali menjadi kendala bagi warga untuk menabung atau melakukan transaksi bisnis.

Dengan digitalisasi, para pelaku UMKM di Bartim kini dapat melakukan transaksi dari mana saja, memantau arus kas melalui aplikasi ponsel, hingga mengakses pinjaman secara daring melalui platform yang legal. 

OJK memastikan bahwa pendampingan teknis dilakukan agar masyarakat tidak gagap teknologi dan tetap waspada terhadap risiko kejahatan siber. Transformasi digital melalui Program Ngume ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang efisien, transparan, dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa terpencil di Barito Timur.

Sinergi TPAKD Dan Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Mempertahankan Stabilitas Ekonomi

Keberhasilan Program Ngume di Barito Timur merupakan buah dari kolaborasi yang solid antara OJK, pemerintah kabupaten, dan lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam TPAKD. 

Pemerintah daerah Barito Timur menyambut positif inisiatif ini sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascapandemi dan penguatan daya saing daerah. Komitmen politik dari pimpinan daerah sangat penting untuk memastikan bahwa setiap regulasi di tingkat lokal mendukung kemudahan berupaya bagi para pelaku UMKM dan perlindungan terhadap konsumen jasa keuangan.

Ke depan, Program Ngume diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan berbasis kearifan lokal. OJK berkomitmen untuk terus memantau efektivitas program ini secara berkala melalui pengumpulan data pertumbuhan nasabah baru dan volume kredit yang terserap. 

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Barito Timur kini menatap masa depan sebagai wilayah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga didukung oleh masyarakat yang cerdas finansial dan memiliki kemandirian ekonomi yang kokoh di tengah persaingan global yang semakin dinamis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index