Iran Kirim 7 Syarat ke Trump, Ancam Tinggalkan NPT

Minggu, 20 September 2026 | 10:25:00 WIB
Iran Kirim 7 Syarat ke Trump, Ancam Tinggalkan NPT

FINANSIALINSIGHT.COM — Iran menyampaikan tujuh syarat kepada Amerika Serikat melalui Qatar untuk mengakhiri perang, sambil mengancam akan mengubah doktrin nuklirnya. Teheran menyatakan tidak akan berunding sebelum persyaratan dipenuhi, sementara Presiden Donald Trump mendekati keputusan besar soal serangan baru. Daftar lengkap syarat belum dipublikasikan resmi.

Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei menyatakan Qatar telah menyampaikan tujuh syarat Teheran kepada Washington. Rezaei, yang menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan negaranya kini menunggu respons Trump.

Pernyataan itu disampaikan kepada Al Jazeera. Teheran juga masih berkomunikasi dengan para mediator di Qatar dan Pakistan.

Tiga Syarat Terbuka, Empat Masih Tertutup

Tiga dari tujuh syarat telah diungkap ke publik. Isinya: penghentian pertempuran "di semua front", pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade laut AS.

Empat syarat lainnya belum dibuka. Laporan media Iran menyebut syarat-syarat itu berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, namun daftar resminya belum dipublikasikan.

Rezaei menegaskan Washington pada akhirnya harus menerima posisi Teheran. Dia juga menyatakan Iran siap menghadapi apa yang disebutnya sebagai "perang menentukan".

Trump di Persimpangan: Serang atau Berunding

Trump mengatakan kepada Axios bahwa dirinya tengah mendekati keputusan besar soal apakah akan kembali melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran. Dia mempertanyakan apakah akan memilih untuk "masuk dan memusnahkan" rezim Iran.

Pada saat yang sama, Trump menyatakan masih terbuka terhadap diplomasi. Dia mengeklaim Iran menginginkan kesepakatan.

Teheran membantah perundingan telah dimulai kembali. Iran menegaskan tidak akan melakukan pembicaraan sampai persyaratan mereka dipenuhi.

Ancaman Keluar dari NPT

Rezaei meningkatkan tekanan di isu nuklir. Menurutnya, tindakan AS dan Israel dapat menjadi alasan bagi Iran untuk keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Dia menambahkan belum ada keputusan yang diambil. Langkah Iran selanjutnya akan bergantung pada tindakan Washington.

Rezaei menyatakan Iran masih berkomitmen terhadap fatwa keagamaan almarhum Ayatollah Ali Khamenei yang melarang senjata nuklir. Doktrin nuklir yang selama ini dinyatakan belum diubah.

Namun, dia menambahkan Teheran tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Pernyataan itu membuka kemungkinan perubahan sikap di kemudian hari.

Klaim Uji Rudal Antikapal

Rezaei mengeklaim Iran telah mengidentifikasi titik-titik kerentanan militer AS. Dia juga menyebut Iran baru-baru ini menguji rudal antikapal di dekat sebuah kapal induk Amerika.

Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen. Tidak ada konfirmasi dari pihak AS atas pernyataan itu.

Dengan tujuh syarat masih menunggu jawaban dan ancaman nuklir yang mengambang, arah perang dan diplomasi AS-Iran bergantung pada respons Trump dalam waktu dekat.

Terkini