Arief Poyuono: Danantara Siapkan 20 Persen Dana untuk Investasi Luar Negeri

Kamis, 17 September 2026 | 10:26:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Komisaris Pelindo Arief Poyuono menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) punya peran strategis menjaga keberlanjutan ekonomi lintas generasi. Dalam opini berjudul "BPI Danantara untuk Generasi Mendatang Indonesia", ia menyoroti alokasi sekitar 20 persen dana kelolaan untuk investasi luar negeri. Arief menekankan pengelolaan kekayaan negara itu wajib disertai tata kelola akuntabel, transparan, dan penuh kehati-hatian.

Menurut Arief, keberadaan Danantara berkaitan dengan prinsip perekonomian nasional yang berasaskan kekeluargaan dan kebersamaan. Prinsip itu, tulisnya, sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Alokasi 20 Persen Dana untuk Investasi Luar Negeri

Danantara menyiapkan alokasi sekitar 20 persen dari total modal atau dana kelolaannya untuk investasi di luar negeri. Arief menyinggung akuisisi hotel Novotel dengan 1.461 kamar dan lahan seluas 4,4 hektare di Thakher City, dekat Masjidil Haram, Arab Saudi.

Investasi tersebut ditujukan untuk mendukung fasilitas jangka panjang bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. Arief juga menyebut kerja sama dengan Russian Direct Investment Fund senilai 2 miliar euro yang berfokus pada transfer teknologi, riset, dan pengembangan solusi industri.

Baginya, pengelolaan investasi luar negeri perlu mempertimbangkan tujuan strategis serta keterkaitannya dengan kebutuhan perekonomian nasional.

Cadangan Devisa Jadi Pertimbangan Sebelum Danantara Beroperasi

Arief menekankan pentingnya mempertimbangkan kecukupan cadangan devisa sebelum negara mengelola sebagian kekayaannya melalui investasi jangka panjang. Cadangan devisa berfungsi mengurangi kerentanan eksternal, memenuhi kewajiban pembayaran, dan memberi ruang bagi pemerintah saat menghadapi tekanan ekonomi.

Ia mengangkat pengalaman Indonesia saat krisis keuangan Asia 1997–1998. Ketika itu, cadangan devisa tertekan akibat upaya mempertahankan nilai tukar rupiah dan memenuhi kewajiban utang luar negeri.

Kondisi tersebut diperparah besarnya utang luar negeri sektor swasta yang harus dibayar menggunakan valuta asing. "Cadangan devisa memainkan peran penting dalam mengurangi risiko krisis dan mengurangi dampaknya ketika terjadi," tulis Arief.

Menurut dia, tingkat cadangan devisa yang memadai perlu dinilai dari berbagai indikator. Mulai dari kebutuhan impor, kewajiban utang luar negeri jangka pendek, potensi arus keluar modal, hingga kondisi sistem keuangan.

Kaitan dengan Fiskal, Moneter, dan Nilai Tukar Rupiah

Arief menjelaskan Danantara dapat dikaitkan dengan upaya menjaga keberlanjutan fiskal Indonesia. Salah satu peran yang dibahas adalah pemanfaatan aset untuk membantu pemerintah menghadapi kesenjangan penerimaan saat ekonomi melambat.

Negara yang bergantung pada komoditas menghadapi risiko perubahan pendapatan akibat fluktuasi harga global. Perubahan itu dapat memengaruhi kemampuan pemerintah membiayai belanja publik.

Ia juga menyoroti hubungan pengelolaan Danantara dengan kebijakan moneter dan nilai tukar rupiah. Perubahan pendapatan fiskal dari komoditas dapat memengaruhi permintaan domestik melalui belanja pemerintah dan aktivitas sektor swasta.

Investasi di luar negeri, lanjutnya, bisa menjadi salah satu mekanisme mengelola dampak penerimaan ekspor komoditas terhadap nilai tukar. Penempatan sebagian aset di luar negeri memungkinkan kekayaan negara dikelola dalam portofolio yang lebih beragam.

Tata Kelola Jadi Kunci Keberlanjutan

Arief menegaskan manfaat pengelolaan dana kekayaan negara harus disertai penilaian dampaknya bagi perekonomian secara menyeluruh. Pengalaman sejumlah negara menunjukkan sovereign wealth fund dapat memperluas diversifikasi portofolio dan memberi manfaat saat krisis.

Namun, pengelolaan lembaga tersebut juga menghadirkan tantangan dalam sistem keuangan dan moneter yang semakin terintegrasi global. "Sama pentingnya adalah memastikan bahwa proses pengelolaan dana kekayaan negara oleh Danantara tersebut memiliki tingkat akuntabilitas yang relatif tinggi guna menjamin tata kelola yang baik dan pengelolaan yang penuh kehati-hatian," tulisnya.

Dengan pengelolaan yang memperhatikan stabilitas ekonomi, keberlanjutan fiskal, serta akuntabilitas, Danantara diharapkan menjaga kekayaan negara dan memberi manfaat bagi masyarakat lintas generasi.

Terkini