IHSG Turun 0,38% ke 6.436, Asing Net Sell Rp624,72 Miliar

Kamis, 17 September 2026 | 08:32:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 24,3 poin atau 0,38% ke level 6.436 pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Tekanan datang dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp624,72 miliar di pasar reguler, dengan Bank Mandiri (BMRI) menjadi sasaran utama.

Angka net sell asing di pasar reguler itu lebih besar dibandingkan catatan di seluruh pasar yang mencapai Rp592,05 miliar. Artinya, tekanan jual terkonsentrasi di saham-saham berkapitalisasi besar yang biasa menjadi portofolio investor institusi.

Bank Mandiri Pimpin Daftar Net Sell

BMRI mencatat net sell terbesar dengan nilai Rp238,36 miliar. Aksi jual itu menekan harga sahamnya 0,33% ke posisi Rp4.260 per saham.

Di bawah BMRI, sejumlah saham komoditas dan perbankan lain juga dilepas asing:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): net sell Rp101,95 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): net sell Rp66,83 miliar
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): net sell Rp40,52 miliar
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): net sell Rp27,63 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): net sell Rp25,07 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): net sell Rp24,17 miliar
  • PT Astra International Tbk (ASII): net sell Rp22,62 miliar
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN): net sell Rp19,09 miliar
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): net sell Rp18,19 miliar

Perbankan dan Energi Jadi Sasaran Utama

Dari sepuluh saham dengan net sell terbesar, empat di antaranya berasal dari sektor perbankan: BMRI, BBCA, BBNI, dan tidak ketinggalan saham-saham batu bara seperti BUMI, ADRO, ITMG, dan BYAN.

Pola ini menunjukkan investor asing mengurangi eksposur di dua sektor yang selama ini menjadi tulang punggung kapitalisasi pasar BEI. Sektor perbankan dan energi memang paling sensitif terhadap pergerakan kurs dan harga komoditas global.

BRMS Jadi Satu-satunya yang Diborong Asing

Di sisi lain, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat net buy terbesar dengan nilai Rp88,45 miliar. Meski diborong asing, harga saham BRMS justru melemah 0,68% ke level Rp730 per saham.

Fenomena ini lazim terjadi ketika volume jual dari investor lokal lebih besar dibandingkan serapan asing. Net buy asing tidak otomatis mengangkat harga jika tekanan jual domestik masih dominan.

Tekanan Eksternal Masih Bayangi Pasar

Pelemahan IHSG sebesar 0,38% memang tidak tergolong dalam. Namun, konsistensi net sell asing di pasar reguler menjadi sinyal yang perlu dicermati investor ritel.

Jika arus keluar dana asing berlanjut, tekanan terhadap rupiah dan obligasi pemerintah berpotensi ikut menguat. Investor disarankan memantau pergerakan nilai tukar dan data cadangan devisa untuk mengukur arah arus modal jangka pendek.

Terkini