Pramono: LRT Manggarai-Dukuh Atas Butuh Rp 2,7 Triliun, Mulai 2027

Rabu, 16 September 2026 | 15:40:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Proyek perpanjangan jalur LRT Jakarta dari Stasiun Manggarai hingga Dukuh Atas membutuhkan anggaran Rp 2,7 triliun dan direncanakan mulai dibangun awal 2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pendanaannya bisa berasal dari obligasi, APBD, hingga Danantara.

Pernyataan itu disampaikan Pramono dalam acara peresmian LRT Jakarta ke Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Ia menyebut sejumlah opsi pembiayaan tengah disiapkan, mulai dari penerbitan obligasi, penggunaan APBD, sampai dukungan Danantara.

Opsi Pendanaan yang Disiapkan Pemprov DKI

"Untuk dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas Rp 2,7 triliun yang kita akan mulai di tahun 2027 awal ini sudah tersedia berapa Pak Dirut? Udah ada? Nggak perlu obligasi? Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara," ujar Pramono.

Pramono belum memastikan porsi masing-masing sumber dana. Ia menyerahkan detailnya ke jajaran direksi perusahaan daerah yang menangani proyek tersebut.

LRT Jakarta Bakal Tembus JIS dan Stasiun Whoosh

Perpanjangan ke Dukuh Atas bukan satu-satunya rencana pengembangan LRT Jakarta. Pramono menyatakan jalur LRT akan diteruskan hingga Jakarta International Stadium (JIS) dan kawasan Stasiun Kereta Cepat Whoosh.

Dari sisi utara, jalur LRT akan diperpanjang dari Kelapa Gading menuju JIS. Sementara dari Velodrome, jalur akan diteruskan hingga Stasiun Whoosh di Halim.

"Tetapi yang saya bahagia dan saya happy adalah sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita akan lanjutkan sampai dengan JIS dari Kelapa Gading ke JIS, dari Velodrome ke Whoosh," tutur Pramono.

Jakarta Barat Akan Dilayani MRT, Bukan LRT

Untuk wilayah Jakarta Barat, Pemprov DKI memilih jalur berbeda. Pramono mengatakan transportasi berbasis rel di kawasan itu akan mengandalkan MRT, bukan LRT.

"Memang orang banyak menanyakan bagaimana dengan Jakarta Barat untuk LRT, sedangkan untuk Jakarta Barat kita akan kembangkan yang dari barat ke timur menggunakan MRT," ujar Pramono.

Rencana koridor barat-timur ini melengkapi jaringan MRT yang lebih dulu dibangun di koridor selatan-utara. Belum ada keterangan soal besaran anggaran maupun jadwal konstruksi untuk proyek MRT tersebut.

Arti bagi Warga dan Pelaku Usaha di Koridor Timur-Barat

Ruas Manggarai-Dukuh Atas menyambungkan kawasan permukiman padat di Jakarta Selatan dengan simpul transportasi di pusat kota. Dukuh Atas sendiri menjadi titik temu KRL, MRT, TransJakarta, dan kereta bandara.

Bagi pelaku usaha properti dan ritel di sekitar Manggarai, kepastian jadwal 2027 menjadi sinyal positif. Namun realisasinya bergantung pada kesiapan pendanaan, mengingat Pramono belum menyebut angka yang sudah tersedia di kas daerah.

Investasi mengandung risiko.

Terkini