IHSG Menanti Suahasil Effect dan Arah Fed Rate

Selasa, 15 September 2026 | 21:53:11 WIB
Ilustrasi IHSG (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi fluktuasi, di tengah minimnya momentum dan sentimen yang investor cenderung bersikap wait and see.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG sebelumnya sempat rebound dan melemah tipis 0,10% ke 6.534,69 pada perdagangan Senin (14/9), setelah Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dan menggantinya dengan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.

Meskipun demikian, analis BRI Danareksa menilai tekanan jual investor asing tetap dominan, dengan net sell atau penjualan bersih Rp330 miliar di pasar reguler, sedangkan saham-saham dari sektor keuangan menguat.

“Sentimen pasar selanjutnya akan tertuju pada langkah dan kebijakan awal Menteri Keuangan baru, khususnya terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara,” jelas analis BRI Danareksa sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, fokus investor diperkirakan akan mencermati agenda FOMC pada 16–17 September, dengan 85% konsensus ekonom yang memperkirakan kenaikan Fed Rate 25 basis poin.

Secara teknikal, analis BRI Danareksa menilai IHSG telah membentuk pola Dragonfly Doji setelah sempat menguji support 6.390 dan bertahan di atas MA20 6.545.

Pembentukan pola ini dinilai sebagai adanya potensi technical rebound, namun momentum masih terbatas seiring terjadinya pembentukan bearish crossover pada MACD.

“IHSG berpeluang menguji kembali 6.585–6.605 sebagai resistance terdekat sekaligus area penutupan gap; sementara 6.390 menjadi support utama dan 6.220 sebagai support berikutnya,” imbuh analis BRI Danareksa sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan indeks saham Wall Street pada Senin, akan menjadi sentimen negatif di pasar modal.

Namun pergantian Menteri Keuangan baru dari kalangan teknokrat, dinilai akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.465/6.395 dan resist 6.600/6.670,” imbuh analis CGS International sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini