Kementerian ESDM Sebut Antrean BBM di Makassar Terurai, Temuan Penimbunan Sedang Digali

Kementerian ESDM Sebut Antrean BBM di Makassar Terurai, Temuan Penimbunan Sedang Digali

FINANSIALINSIGHT.COMKementerian ESDM menyatakan antrean pembelian BBM di Makassar, Sulawesi Selatan, sudah terurai setelah serangkaian inovasi yang dijalankan pemerintah dan Pertamina. Namun di balik normalnya layanan, penyidik menemukan aksi penimbunan dengan modus modifikasi tangki yang menambah kapasitas muatan 50–75 persen dari kapasitas awal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan perbaikan kondisi itu terlihat dari sejumlah SPBU yang sebelumnya mencatat antrean panjang. Keberhasilan tersebut, menurut dia, merupakan buah koordinasi tiga pihak: Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan pemerintah daerah Sulawesi Selatan.

"Sudah ada inovasi-inovasi di sana dilakukan, sehingga kalau kita perhatikan di SPBU-SPBU yang antrean panjang, sekarang sudah terurai," ujar Laode usai Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Modus Penimbunan yang Sedang Didalami

Laode mengungkapkan ada temuan berupa aksi penimbunan dalam kasus antrean panjang pembelian BBM di Makassar. Salah satu modus yang ditemukan adalah memodifikasi tangki minyak dengan menambah kapasitas muatan sebesar 50–75 persen dari kapasitas awal.

Pihak-pihak terkait, kata dia, masih menggali lebih jauh ihwal modus penimbunan tersebut. "Kita sedang menganalisis, ya. Nanti akan ketahuan. Sebentar lagi," ucap Laode.

Langkah Pertamina di Lapangan

Dari sisi operator, Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga Prabunindya Revta Revolusi menyatakan layanan pendistribusian BBM melalui SPBU di Kota Makassar mulai berangsur normal. Peninjauan dilakukan ke sejumlah SPBU dan terminal BBM di Makassar pada Selasa (15/9) untuk memastikan kesiapan sarana, pelayanan, serta kelancaran penyaluran kepada masyarakat.

"Pertamina Patra Niaga terus memastikan ketersediaan pasokan, kesiapan sarana dan pelayanan SPBU, serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keandalan energi di Makassar," kata Prabu.

Berbagai langkah bersama di lapangan disebut mulai menunjukkan hasil positif, dengan kondisi sejumlah SPBU yang berangsur semakin kondusif.

Pasokan Ditambah, Jam Depot Diperpanjang

Dari sisi suplai, Pertamina Patra Niaga meningkatkan penerimaan BBM dari kapal ke depot. Distribusi diperkuat dengan menambah 17 mobil tangki, sementara jam operasional penyaluran dari depot diperpanjang untuk mempercepat distribusi ke lembaga penyalur.

Penambahan armada dan perpanjangan jam operasional itu menyasar titik-titik yang selama ini menjadi simpul distribusi utama di Makassar. Dengan langkah tersebut, pasokan diharapkan tidak lagi menumpuk di depot saat permintaan di SPBU melonjak.

Yang Belum Tuntas

Meski antrean dilaporkan terurai, persoalan penimbunan belum selesai. Pemerintah belum mengumumkan siapa pihak yang diduga terlibat maupun berapa volume BBM yang ditimbun. Laode hanya menyatakan analisis masih berjalan dan hasilnya akan disampaikan dalam waktu dekat.

Kasus ini menjadi ujian bagi pengawasan distribusi BBM bersubsidi di daerah. Modifikasi tangki yang menambah kapasitas hingga 75 persen menunjukkan celah pengawasan di tingkat penyalur yang perlu ditutup, bukan hanya lewat penambahan pasokan.

Kementerian ESDM, BPH Migas, dan pemerintah daerah Sulawesi Selatan disebut akan terus berkoordinasi untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus menelusuri praktik penimbunan yang merugikan konsumen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index