FTSE 100 Menguat 0,58 Persen Ditopang Pertumbuhan Ekonomi Inggris

Jumat, 11 September 2026 | 20:14:34 WIB
Ilustrasi Pasar Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham-saham Inggris mengalami penguatan pada hari Jumat seiring data PDB Inggris yang lebih tinggi dari perkiraan mampu meredam dampak ekskalasi konflik di Timur Tengah. Eskalasi tersebut terjadi setelah pasukan Houthi berhasil menguasai seluruh garis pantai Laut Merah Yaman.

FTSE 100 tercatat naik 0,58 persen per pukul 20:20 WIB, sedangkan DAX Jerman meningkat 0,42 persen dan CAC 40 Prancis terangkat 0,61 persen. Nilai tukar pound sterling berada di posisi $1,3512 per dolar tanpa mengalami perubahan.

Menurut Kantor Statistik Nasional (ONS), perekonomian Inggris tumbuh 0,4 persen pada Juli, berlanjut dari kenaikan 0,3 persen di bulan Juni serta melampaui prediksi pertumbuhan nol.

Laju pertumbuhan tahunan menyentuh angka 1,6 persen yang menjadi pencapaian tercepat sejak Februari 2025. "kekuatan yang terus berlanjut di sektor jasa hanya sebagian diimbangi oleh penurunan di sektor produksi dan konstruksi," kata Direktur Statistik Ekonomi ONS, Liz McKeown, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Liz McKeown juga menambahkan bahwa pengembangan perangkat lunak turut terdorong oleh hadirnya kecerdasan buatan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

James Smith dari ING memberi peringatan bahwa angka tersebut melebih-lebihkan momentum yang sebenarnya. Hal ini disebabkan sekitar separuh kenaikan Juni berasal dari sektor IT yang menyumbang 7 persen perekonomian, ditambah kebiasaan musiman PDB Inggris yang tumbuh kuat di paruh pertama lalu melambat di paruh kedua.

Pasukan Houthi telah menuntaskan operasi selama 18 jam untuk menguasai secara penuh garis pantai Laut Merah Yaman serta selat strategis Bab al-Mandeb setelah merebut pelabuhan Mocha.

Stasiun TV Al-Masirah melaporkan bahwa pasukan Saudi membalas dengan melancarkan serangan udara ke bandara Mocha. Sementara itu, citra satelit yang dikutip Reuters memperlihatkan kepulan asap di dekat jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi, arteri penting untuk mengalihkan minyak mentah dari Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Iran mengklaim angkatan lautnya telah menghantam kapal tak berawak jenis "Saildrone" milik AS di Selat Hormuz. Pihaknya menyatakan telah "menggagalkan misi agresifnya," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pengawas nuklir PBB, IAEA, menerbitkan resolusi yang menuduh Iran melakukan "ketidakpatuhan" terhadap komitmen nonproliferasi dan melimpahkan masalah ini ke Dewan Keamanan PBB. Langkah ini menjadi resolusi pertama dalam kurun waktu 20 tahun.

Utusan Iran untuk PBB, Gholamhossein Darzi, menolak tuduhan tersebut dan menilai langkah itu "bersifat politis dan bukan teknis," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa data awal pelacakan kapal memperlihatkan perlintasan kapal di Selat Hormuz menyusut menjadi tujuh pada hari Kamis dari 11 pada hari sebelumnya. Angka ini berada jauh di bawah rata-rata 10 hari yakni sebanyak 15 kapal.

Harga minyak mengalami penurunan pada hari Jumat sehingga mengikis sebagian lonjakan tajam dari hari sebelumnya. Brent terkoreksi 3,12 persen ke level $104,28 per barel, sedangkan WTI AS melemah 3,17 persen menjadi $99,19.

Sebelumnya pada hari Kamis, Brent dan WTI telah melonjak masing-masing 6,3 persen dan 6,7 persen. Kontrak berjangka emas meluncur ke $4.371,80, sementara harga emas spot menguat 0,3 persen ke level $4.330.

ING memproyeksikan Bank of England bakal mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen pada Kamis mendatang. Alasannya, inflasi yang dipicu energi belum meluas menjadi efek putaran kedua dengan inflasi pangan yang merosot ke 1,3 persen dari 3,6 persen pada Januari, meski peluang kenaikan suku bunga pada November tetap ada.

Berkeley Group memberikan peringatan bahwa lemahnya sentimen pembeli serta ketidakpastian politik turut menekan permintaan perumahan. Pihaknya mendesak adanya reformasi mendesak terkait bea meterai dan regulasi demi mendorong transaksi serta pembangunan rumah.

Pendapatan paruh pertama dan penjualan tiket bersih Trainline tercatat melampaui estimasi. Meski pertumbuhan di beberapa segmen melambat, hal tersebut diimbangi oleh panduan FY2027 yang dipertahankan serta program pembelian kembali saham baru senilai £100 juta.

Tags

Terkini