Lemigas Kejar Uji Tembak CNG 3 Kg, Target Bagikan 10.000 Tabung ke Masyarakat

Rabu, 02 September 2026 | 14:07:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Rencana pemerintah menghadirkan tabung gas alam terkompresi (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kg perlahan mendekati realisasi. Saat ini, Lemigas, lembaga penelitian milik Kementerian ESDM, tengah menjalani tahap akhir pengujian ketahanan produk sebelum diproduksi massal.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan hasil uji tabung bermerek dagang tersebut baru saja dipaparkan kepadanya tiga hari lalu. Dari rangkaian pengujian yang dilakukan, hanya tersisa satu prosedur lagi yang belum tuntas, yakni uji tembak.

Uji Panas Ekstrem 850 Derajat Jadi Penentu

Tahap yang dimaksud adalah pengujian ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem. Tabung akan dipanaskan pada suhu sekitar 850 derajat Celsius untuk memastikan tidak terjadi kebocoran atau ledakan saat digunakan di lapangan.

"Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung 3 kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir. Tinggal uji tembak aja yang belum, karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 panasnya itu," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Uji tembak menjadi standar wajib yang harus dilalui produk penampung gas bertekanan tinggi. Jika lolos, produksi massal dan distribusi tabung CNG ke masyarakat bisa segera dieksekusi.

Skema Pengadaan: Bukan Dibeli Lemigas, tapi Badan Usaha

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pengadaan ribuan tabung tersebut tidak akan dilakukan langsung oleh Lemigas. Pemerintah justru menggandeng sektor swasta untuk memproduksi dan menyediakan tabungnya.

"Pengadaannya kerja sama dengan Lemigas nanti. Bukan Lemigas yang melakukan pengadaan, ya badan usaha yang kerja sama dengan Lemigas," ujar Laode di Gedung DPR RI, Rabu (2/9/2026).

Saat ini proses penjajakan kerja sama dengan calon badan usaha masih berjalan. Pemerintah menargetkan kepastian mitra dapat diumumkan setelah September 2026.

"Sedang proses badan usahanya. Jadi setelah September coba kita cek," tambahnya.

Mengapa CNG Dianggap Layak Gantikan LPG?

Program ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk menekan impor LPG yang terus membebani anggaran negara. Dengan CNG, masyarakat diharapkan tetap mendapat energi memasak murah tanpa harus bergantung pada rantai pasok impor.

Alokasi 10.000 tabung perdana ini akan menjadi uji coba penerimaan pasar. Jika respons masyarakat positif, bukan tidak mungkin pemerintah memperluas program ke wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mengakses LPG bersubsidi.

Keberhasilan uji tembak menjadi kunci utama. Setelah itu, seluruh mata rantai—dari produksi tabung hingga skema distribusi—baru bisa berjalan sesuai rencana yang dicanangkan Kementerian ESDM.

Terkini