Harga Emas Anjlok 2,72 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Dua Pekan

Harga Emas Anjlok 2,72 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Dua Pekan

FINANSIALINSIGHT.COM

Koreksi Tajam di Pasar Spot

Harga emas spot terkoreksi 2,72 persen ke posisi USD4.328,40 per ons. Pada awal perdagangan, harga sempat menyentuh titik terendah sejak 19 Agustus di level USD4.362,89 per ons. Koreksi ini membalikkan penguatan sebelumnya dan menghapus keuntungan investor yang memburu logam mulia dalam dua pekan terakhir.

MA-200: Pemicu Aksi Jual Teknikal

Penembusan ke bawah MA-200 menjadi pemicu utama aksi jual tambahan. Indikator ini kerap dipakai untuk mengukur tren jangka panjang. Saat harga emas menembus level tersebut pada 28 Agustus lalu—ketika MA-200 berada di sekitar USD4.528—banyak trader otomatis memangkas posisinya.

Kondisi makro ekonomi global memperparah situasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS terus terkerek naik dan berada di level tertinggi yang jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Alhasil, aset berbasis bunga menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbalan apa pun.

Analis: Tekanan Jual dari Eksternal

"Kami melihat adanya tekanan jual secara teknikal. Imbal hasil obligasi secara global berada pada level tertinggi yang tidak terlihat selama bertahun-tahun. Semua itu menekan pasar emas," kata analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, dikutip Reuters.

Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor eksternal—bukan spekulasi domestik—yang mendorong pelemahan harga. Penguatan dolar AS juga membuat emas semakin mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan menyusut.

Bagi investor di Indonesia yang tengah mempertimbangkan membeli emas untuk cadangan kekayaan atau portofolio, pergerakan ini menjadi sinyal untuk mencermati arah suku bunga global. Semakin tinggi imbal hasil obligasi AS, semakin besar tekanan terhadap harga emas.

Tak ada kepastian kapan tekanan ini mereda. Yang jelas, volatilitas sepekan terakhir menunjukkan pasar logam mulia masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index