BEI Segera Rilis Label HijauEmiten pada 28 Agustus 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:37:29 WIB
Ilustrasi bursa efek indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal merilis IDX Green Equity Designation dan daftar emiten penerima label hijau pada 28 Agustus 2026. Label baru ini dihadirkan guna mempermudah investor mengenali emiten yang menyokong ekonomi hijau atau sedang dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kepala Unit Pengembangan Bisnis Indeks dan ESG BEI, Rony Suniyanto Djojomartono menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari pengembangan produk anyar bursa yang memilik dasar Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00110/BEI/07-2026 sejak 31 Juli 2026.

“Rencana akan kami launching pada 28 Agustus 2026,” ujarnya dalam edukasi wartawan BEI, Jumat (21/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rony menegaskan penetapan label ini tidak didasarkan atas klaim sepihak dari emiten. BEI menerapkan kriteria khusus yang merujuk pada Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) OJK serta Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges (WFE).

Dalam pelaksanaannya, BEI membaginya ke dalam dua kategori, yakni Green Equity Designation dan Green Equity Transition Designation.

Green Equity Designation diperuntukkan bagi perseroan yang unit usahanya telah memenuhi kriteria hijau. Kategori Green Equity Transition Designation diberikan kepada emiten yang bisnisnya masih berproses menuju ekonomi rendah karbon.

Untuk emiten yang telah mencetak pendapatan, status Green Equity menuntut lebih dari 50% pendapatan tahunan berasal dari kegiatan hijau berdasar taksonomi. Sementara emiten tahap pre revenue wajib mengalokasikan lebih dari 50% Opex atau Capex untuk kegiatan ekonomi hijau.

Dalam kategori transisi, lebih dari 50% pendapatan tahunan wajib bersumber dari aktivitas transisi. Opsi lainnya, lebih dari 50% porsi Opex atau Capex dialokasikan bagi aktivitas transisi.

BEI turut menyiapkan tahapan verifikasi secara berjenjang. Emiten diwajibkan melakukan internal assessment sebelum diperiksa oleh External Party Reviewer (EPR).

EPR selanjutnya mengeluarkan laporan serta rekomendasi atas pemenuhan kriteria tersebut. Perusahaan yang lolos persyaratan dapat mengajukan permohonan ke BEI dengan menyertakan hasil evaluasi itu.

BEI lalu memberikan persetujuan serta mengumumkan daftar perusahaan yang memperoleh status Green Equity maupun Green Equity Transition Designation. Melalui mekanisme ini, kriteria label hijau dipastikan memiliki dasar penilaian terverifikasi dan tak bergantung pada laporan internal emiten semata.

Kehadiran green equity designation ini bertepatan dengan melonjaknya perhatian pasar terhadap investasi berbasis ESG. Data BEI mencatat 87% perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan 2025, kendati baru 13% yang memanfaatkan independent assurance.

BEI juga telah mengelola enam indeks bertema ESG, antara lain IDX ESG Leaders, IDX LQ45 Low Carbon Leader, S&P/IDX Indonesia ESG Tilted, SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders IDX KEHATI, dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

Dari sisi produk investasi, dana kelolaan yang berbasis indeks ESG melonjak dari kisaran Rp40 miliar pada 2014 menjadi sekitar Rp6 triliun pada 2026, yang tersebar dalam 32 produk oleh 20 manajer investasi.

Di samping itu, sebanyak 62,5% konstituen IDX80 telah menetapkan komitmen net zero. Pada sektor pembiayaan berkelanjutan, nilai pencatatan GSS Bonds berhasil menembus Rp37,06 triliun per Juli 2026.

BEI menekankan bahwa IDX Green Equity Designation berkonsep sukarela. Emiten tidak diwajibkan mengantongi label ini dan bebas mengajukan permohonan jika merasa telah memenuhi syarat.

Kendati demikian, predikat hijau ini tidak berlaku selamanya. Emiten diwajibkan mengikuti evaluasi tahunan serta menyetorkan laporan paling lambat Mei, untuk diperbarui statusnya pada Juli apabila syarat tetap terpenuhi.

BEI memegang kewenangan untuk meninjau, menangguhkan, tidak memperpanjang, hingga mencabut designation. Di sisi lain, emiten juga diperbolehkan mengundurkan diri atas keinginan sendiri.

Peluncuran IDX Green Equity Designation ini memperluas ekosistem investasi berkelanjutan BEI hingga ke instrumen saham individual. Bagi para investor, penetapan label ini dapat menjadi rujukan tambahan dalam menyaring emiten yang berkontribusi pada ekonomi hijau dan transisi rendah karbon.

Tags

Terkini