IHSG Menguat ke Level 6.525, Saham FUJI Melejit dan TCPI Melorot

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:07:41 WIB
Ilustrasi saham naik (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 1,93 sepanjang perdagangan 18-21 Agustus 2026 seiring meningkatnya aktivitas transaksi pasar saham. Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan, sementara saham lainnya justru mengalami tekanan hingga mencatat penurunan lebih dari 30.

"Kemudian pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan 1,93 sehingga ditutup pada level 6.525 dari posisi 6.401 pada pekan sebelumnya," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (22/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penguatan IHSG turut diikuti peningkatan aktivitas perdagangan saham. Rata-rata volume transaksi harian BEI melonjak 47,90 menjadi 50,30 miliar lembar saham dari 34,01 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga tumbuh 5,52 menjadi 2,21 juta kali transaksi dari 2,09 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 2,36 menjadi Rp15,57 triliun dari sebelumnya Rp15,21 triliun.

Kinerja positif IHSG juga mendorong kenaikan kapitalisasi pasar BEI sebesar 1,83 menjadi Rp11.449 triliun dari Rp11.243 triliun pada pekan sebelumnya. Pada perdagangan akhir pekan, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp974,58 miliar, meskipun secara akumulatif sepanjang 2026 masih membukukan jual bersih (net sell) Rp70,64 triliun.

Di tengah penguatan indeks, saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) menjadi penghuni puncak jajaran top gainers dengan kenaikan 76,70 menjadi Rp364 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 75,48 menjadi Rp4.580 dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang menguat 62,60 menjadi Rp200.

Selain itu, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melonjak 52,74 menjadi Rp3.070, PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) naik 44,35 menjadi Rp179, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tumbuh 41,03 menjadi Rp330, dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) menguat 32,54 menjadi Rp167.

Saham lain yang masuk 10 besar top gainers ialah PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) yang naik 29,19 menjadi Rp540, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) meningkat 29,03 menjadi Rp640, serta PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang menguat 27,78 menjadi Rp230.

Sebaliknya, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) menjadi saham dengan penurunan terdalam selama periode tersebut, yakni anjlok 35,56 menjadi Rp2.320 dari Rp3.600. Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) menyusut 23,08 menjadi Rp300, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) melemah 18,29 menjadi Rp286, dan PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) turun 15,38 menjadi Rp165.

Daftar saham dengan kinerja terburuk selanjutnya diisi PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) yang terkoreksi 13,25 menjadi Rp3.470, PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 10,55 menjadi Rp1.060, PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) melemah 10,34 menjadi Rp520, PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 10 menjadi Rp810, PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) terkoreksi 9,91 menjadi Rp418, dan PT LinkNet Tbk (LINK) turun 9,37 menjadi Rp1.500.

Tags

Terkini