JAKARTA - Perusahaan publik kepunyaan Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) resmi memasuki fase realisasi aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5.
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan penyesuaian harga teoretis saham serta volume saham hasil pemecahan saham efektif tanggal 16 Juli 2026.
Berdasarkan publikasi BEI, saham RAJA ditutup pada harga Rp4.600 per lembar di akhir sesi perdagangan cum date pada pasar reguler 15 Juli 2026.
Dengan rasio stock split 1:5, nilai nominal saham bergeser dari Rp25 menjadi Rp5 per lembar.
Mengikuti aksi korporasi tersebut, harga teoretis saham RAJA untuk transaksi pasar reguler serta pasar negosiasi pada 16 Juli 2026 ditetapkan sejumlah Rp920 per lembar, yang diperoleh dari membagi harga penutupan Rp4.600 dengan rasio pemecahan saham lima banding satu.
Selain itu, BEI juga melakukan penyesuaian harga dasar yang dipergunakan dalam kalkulasi Indeks Harga Saham (IHS) Individual RAJA menjadi sekitar 5,822, mengikuti formula yang berlaku di Bursa.
Aksi stock split RAJA ini sebelumnya telah mendapatkan izin pemegang saham dan dikerjakan untuk menambah likuiditas perdagangan saham, memperluas basis investor, serta menjadikan harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel tanpa mengubah nilai fundamental maupun kapitalisasi pasar perseroan.
Sebelum stock split, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan terdata sejumlah 4.227.082.500 lembar saham.
Setelah aksi korporasi tersebut, jumlah saham akan bertambah menjadi 21.135.412.500 lembar saham.
Setelah aksi stock split efektif hari ini, mengacu pada data IDX Mobile, saham RAJA pada pukul 09.45 WIB terpantau turun 1,63% ke level Rp905.
Nilai transaksi mencapai 106,4 miliar dengan volume sebesar 117,8 juta.
Equity research analyst dari Sumbernya, Adrian Djie menilai aksi stock split bisa menjadi katalis positif jangka pendek karena akan membuat pecahan suatu saham menjadi lebih terjangkau sehingga akan memicu partisipasi investor ritel.
Namun investor tetap perlu mengawasi sentimen pasar seperti makroekonomi dan geopolitik global sebagai acuan.
"Menurut kami stock split akan membantu meningkatkan minat investor terhadap suatu saham, terkhususnya bagi investor retail karena barrier to entry saham tersebut menjadi lebih terjangkau," ujarnya.
Namun, lanjutnya, keterjangkauan harga bukan berarti akan otomatis meningkatkan minat investor perlu diwaspadai juga sentimen lainnya seperti makroekonomi dan geopolitik.
Dirinya menilai saham yang berpotensi paling diuntungkan adalah saham dengan kinerja yang solid sembari memanfaatkan momentum stock split ini, seperti RAJA di mana kinerja net in come RAJA meningkat 28%.