JAKARTA - Saham perusahaan konglomerat Alexander Tedja, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melonjak 2,40% menuju posisi Rp 256 saat sesi perdagangan Jumat (10/7/2026) minggu lalu.
Saham PWON bangkit setelah pada sesi perdagangan tanggal 8 dan 9 Juli sempat terkoreksi dengan catatan minus masing-masing 3,79% serta 1,57%.
Sebanyak 14,08 juta saham Pakuwon Jati telah berpindah tangan pada Jumat minggu lalu, dengan frekuensi 2.057 kali, serta total nilai transaksi sebesar Rp 3,56 miliar.
Walaupun naik di hari Jumat, saham perusahaan pengembang PWON ini masih merosot 25,58% selama kurun waktu tiga bulan terakhir.
Secara perhitungan nilai, saham Pakuwon Jati sangat menarik.
Dengan rasio price to book value (PBV) hanya berada di level 0,54 kali.
Rasio ini menyandingkan harga saham di bursa dengan nilai buku tiap lembar saham.
Serta price earning ratio (PER) sebesar 7,90 kali (annualized).
PER menyandingkan harga saham di bursa dengan keuntungan per lembar saham yang disetahunkan.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas (Mansek) melalui Investor Digest tanggal 7 Juli 2026 menyatakan bahwa saham PWON saat ini salah harga sehingga menyajikan momen beli yang menggiurkan.
Menurut dari Sumbernya, di tengah situasi bursa yang tidak menentu, aliran pemasukan berulang (recurring income) PWON yang tetap terjaga memberikan bantalan yang kokoh di tengah kondisi suku bunga tinggi, sementara kedudukannya sebagai pengelola pusat perbelanjaan memberikan akses ke sektor ritel tanpa pengaruh langsung dari kegiatan usaha ritel itu sendiri.
“Kondisi salah harga pada saham PWON yang dipicu oleh sentimen pasar menghadirkan peluang masuk yang menarik,” beber dari Sumbernya.
Bersamaan dengan terus tumbuhnnya koleksi properti investasi, kapasitas perusahaan dalam menciptakan aliran dana tunai yang besar juga membuka peluang pemberian imbal hasil dividen yang memikat, walaupun perusahaan tetap melaksanakan belanja modal (capex).
Mandiri Sekuritas menyarankan beli saham PWON dengan sasaran harga Rp 520.
Potensi keuntungannya sebesar 103% dari angka penutupan perdagangan Jumat minggu lalu.