JAKARTA - Sejumlah direksi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) terlihat melakukan aksi memborong efek perseroan.
Terhitung sejak bulan Juni hingga 13 Juli 2026, setidaknya ada tiga direksi PGAS yang melaksanakan transaksi pembelian efek yang nilainya secara keseluruhan diprediksi menyentuh Rp1,10 miliar.
Dampaknya, efek PGAS menguat lebih dari 5% dalam tujuh hari terakhir.
Dari ketiga nama tersebut, Catur Dermawan menjadi yang paling aktif mengumpulkan efek PGAS.
Dalam rentang waktu ini, Direktur Keuangan perseroan tersebut tercatat tiga kali melakukan pembelian efek.
Menilik transaksi terbaru yang dilakukan, pada 12 Juli 2026 Direktur Utama PGAS Arief Kurnia Risdianto dikabarkan memborong 679.000 efek biasa dengan harga Rp1.470 per efek.
Arief diprediksi mengeluarkan dana hingga Rp998,13 juta dalam transaksi yang dilakukan pada 10 Juli 2026 ini.
Sebelum transaksi ini, Arief tercatat belum memegang efek perseroan.
Dalam keterbukaan informasi terpisah, pada 10 Juli 2026 tercatat Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGAS, Mirza Mahendra melakukan pembelian atas 20.000 efek biasa di harga Rp1.450.
Nilai transaksi ini diprediksi menyentuh Rp29 juta.
Akumulasi ini menambah kepemilikan Mirza dari sebelumnya memegang 50.000 efek menjadi 70.000 efek.
Sebelumnya, pada 9 Juli 2026 Catur Dermawan dilaporkan telah membeli 25.000 efek biasa dengan harga Rp1.410.
Nilai transaksi tersebut diprediksi menyentuh Rp35,25 juta.
Pada 12 Juni 2026, Catur juga memborong 10.000 efek biasa perseroan di harga Rp1.540.
Nilainya diprediksi menyentuh Rp15,4 juta.
Selain itu, pada 10 Juni 2026 Catur juga tercatat telah membeli 20.000 efek biasa di harga Rp1.485.
Nilai transaksinya diprediksi Rp29,70 juta.
Secara akumulasi, modal yang dikeluarkan Catur dalam aksi memborong efek PGAS sepanjang periode tersebut diprediksi menyentuh Rp80,35 juta.
Sejalan dengan akumulasi yang ia lakukan, jumlah efek PGAS yang dimiliki Catur meningkat dari 20.000 efek menjadi 75.000 efek.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyampaikan transaksi pembelian efek tersebut dilaksanakan untuk maksud investasi dengan status kepemilikan langsung.
Mencermati pergerakan efek PGAS di pasar, aksi memborong yang dilakukan direksi rupanya disambut positif oleh investor.
Dalam perdagangan intraday Senin (13/7) pukul 10.35 WIB, efek PGAS menguat 1,37% ke Rp1.485.
Dalam tujuh hari terakhir, level harga tersebut mencerminkan penguatan 5,96%.
Namun, secara year to date (YtD) harga efek tersebut mencerminkan koreksi 22,25%.