Rapor 6 Saham IPO: PRDL Melesat, JELI Alami Koreksi Tajam

Rapor 6 Saham IPO: PRDL Melesat, JELI Alami Koreksi Tajam
PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) mencatat kenaikan signifikan 24,77% pada perdagangan awal pekan ini. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Pergerakan nilai efek emiten yang baru saja menuntaskan aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) berjalan variatif dengan kecenderungan atraktif pada aktivitas jual beli awal pekan ini.

Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/7/2026) hingga pukul 10.00 WIB, kinerja enam efek pendatang baru di lantai bursa memperlihatkan peta persaingan yang dinamis antara akumulasi beli serta aksi ambil untung.

PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) tampil memimpin laju kenaikan di jajaran emiten baru.

Efek emiten yang beroperasi di sektor alat kesehatan ini melonjak signifikan sebesar 24,77% ke angka Rp272 per lembar efek.

Langkah kenaikan juga diikuti oleh PT Rans Entertainment Indonesia Tbk. (RANS).

Sesudah mencatatkan reli beruntun sejak debut perdananya pekan lalu, efek emiten hiburan besutan Raffi Ahmad ini kembali terapresiasi 7,02% ke posisi Rp244 per lembar efek pada satu jam pertama aktivitas jual beli hari ini.

Sementara itu, PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) turut mengamankan posisi di zona hijau dengan menguat 4% menuju angka Rp520 per efek.

Di sisi lain, tidak semua efek IPO bernasib mujur pada aktivitas jual beli pagi ini.

PT Niramas Utama Tbk. (JELI) justru menjadi emiten dengan pelemahan paling dalam.

Efek produsen makanan nata de coco bermerek Inaco ini terjerembab 14,72% ke angka Rp1.275 per lembar efek akibat tekanan jual yang masif.

Pelemahan juga menimpa emiten sektor alat kesehatan lainnya, yakni PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI).

Efek EMMI terpantau mengalami kontraksi tipis sebesar 2,04% dan parkir di posisi Rp480 per lembar efek.

Adapun efek emiten pengelola rumah sakit mata JEC, PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan nilai di Rp1.430.

Sementara itu, IHSG hari ini dibuka melemah sebesar 0,18% atau 10,47 poin ke 5.913,88 sesaat sesudah pembukaan.

Pada awal aktivitas jual beli hari ini, indeks komposit bergerak di posisi terendah 5.909,77 dan sempat ke posisi 5.936,88.

Dari Sumbernya memproyeksikan IHSG berpotensi meneruskan kenaikan guna menguji level resistance pada aktivitas jual beli awal pekan.

Area support diprediksi di kisaran 5.850–5.870, sementara resistance di level 5.970–6.050.

Dari Sumbernya menjelaskan bahwa pada pekan lalu IHSG ditutup menguat tipis 0,2%.

Walau demikian, laju indeks masih dibayangi oleh aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai sekitar Rp285 miliar, dengan tekanan jual terbesar melanda BBRI, BBCA, TLKM, DEWA, dan ASII.

Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini berpotensi naik untuk menguji area resistance di rentang 5.950 hingga 6.050.

Akan tetapi, para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada mengingat posisi indeks masih rentan terkoreksi.

“Akan tetapi, sebaliknya jika IHSG berhasil tembus dan break di atas 6.050, ada potensi bagi indeks untuk terus menguat menuju target berikutnya di level 6.300," ucap dari Sumbernya dalam publikasi riset harian, Senin (13/7/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index