IPO Prodia Diagnostic Line Catat 1,2 Juta Pesanan dan Melonjak 35 Persen

Kamis, 09 Juli 2026 | 15:21:01 WIB
Ilustrasi: PT Prodia Diagnostic Line resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). Di balik keberhasilan tersebut, Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja, membagikan kisah tentang perjalanan perusahaan yang terhitung singkat, yaitu hanya enam bulan sejak persiapan awal hingga resmi melantai di pasar modal.

"Perjalanan IPO kami sebenarnya dimulai dengan arahan dari ketua kami, Pak Andi (CEO Prodia Group), enam bulan lalu, tepatnya 16 Januari 2026, agar Prodia melakukan IPO tahun ini dengan tujuan keberlanjutan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Target tersebut awalnya dinilai sebagai hal yang sulit dicapai karena perusahaan harus menyiapkan seluruh proses administrasi dan teknis dari awal dalam waktu setengah tahun. Namun, berkat dedikasi tim internal, penjamin emisi, serta profesi penunjang pasar modal, target ambisius itu akhirnya dapat direalisasikan.

Cristina menjelaskan bahwa seluruh tim harus bekerja hingga larut malam selama masa persiapan tersebut. Kerja keras itu membuahkan hasil manis dengan antusiasme yang sangat tinggi dari kalangan investor.

Saat penawaran umum ditutup dua hari sebelum pencatatan, PRDL mencatatkan rekor baru dalam partisipasi investor ritel. Penawaran umum saham perusahaan mengalami kelebihan permintaan hingga 700 kali lipat, dengan total sekitar 1,2 juta pesanan ritel.

"Ketika penawaran umum ditutup dua hari lalu, kami memecahkan rekor dengan jumlah pesanan ritel terbanyak sepanjang masa, yaitu 1,2 juta pesanan dan 700 kali lipat penawaran yang dipesan. Luar biasa, bukan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

PRDL tercatat sebagai emiten ke-6 yang melantai di BEI sepanjang tahun 2026. Perusahaan ini merupakan emiten yang beroperasi dalam bidang pembuatan dan pengolahan alat kesehatan untuk diagnosis medis.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas sebanyak 1.742.900.000 saham dengan harga penawaran perdana Rp 120 per saham. Pada hari pertama perdagangan, saham PRDL langsung merespons positif dengan melesat ke level Rp 162 per saham atau melonjak 35% saat pembukaan.

Terkini