IHSG Dibuka Turun 0,04 Persen Seiring Sentimen Negatif Global

Rabu, 08 Juli 2026 | 14:19:12 WIB
Ilustrasi: IHSG dibuka melemah 0,04 persen seiring sentimen negatif dari pasar global. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak melemah seiring dengan penurunan bursa saham di kawasan Asia dan global. IHSG dibuka terkoreksi 2,32 poin atau 0,04 persen ke level 5.984,18, sementara Indeks LQ45 turun 0,48 poin atau 0,08 persen ke posisi 594,44.

"Investor mencermati masuknya Indonesia ke dalam watchlist klasifikasi pasar S&P Dow Jones Indices 2027, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing, apabila tidak diikuti perbaikan aksesibilitas pasar," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sentimen pasar global cenderung risk-off akibat pelemahan bursa Wall Street, kenaikan harga minyak mentah, serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Selain faktor internal terkait klasifikasi pasar, investor juga menyoroti konflik geopolitik setelah Amerika Serikat menyerang Iran dan mencabut izin ekspor minyak Iran.

Hal tersebut memicu lonjakan harga minyak, di mana Brent naik 3,0 persen menjadi 74,16 dolar AS per barel dan WTI menguat hampir 3,0 persen menjadi 70,44 dolar AS per barel. "Dengan kombinasi sentimen itu, pergerakan IHSG diperkirakan berpotensi mengalami konsolidasi dengan bias hati-hati, meski fundamental domestik yang relatif solid masih berpotensi membatasi tekanan jual," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di sisi lain, terdapat sentimen positif dari pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11,51 persen secara tahunan (year on year) dan dana pihak ketiga yang tumbuh 13,47 persen. Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan sinyal beragam, dengan pelebaran defisit perdagangan Mei 2026 menjadi 77,6 miliar dolar AS serta ekspektasi inflasi masyarakat yang naik ke 3,7 persen.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan tetap berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada risalah pertemuan The Fed atau FOMC Meeting Minutes yang menjadi petunjuk arah suku bunga ke depan.

Pada perdagangan Selasa (7/7), bursa Eropa mayoritas ditutup melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 terkoreksi 1,24 persen dan indeks DAX Jerman melemah 0,37 persen. Bursa Wall Street juga menunjukkan kinerja variatif, di mana indeks Nasdaq Composite melemah 1,77 persen, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,25 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini terpantau bergerak dalam zona merah, seperti indeks Nikkei yang melemah 0,64 persen dan indeks Kospi yang terkoreksi 1,69 persen. Sementara itu, indeks Strait Times tercatat menguat 0,22 persen ke posisi 5.353,87.

Terkini