Pasar Saham Masih Konsolidasi, Nilai Transaksi Harian Turun Tipis

Rabu, 08 Juli 2026 | 14:04:58 WIB
Ilustrasi: Pasar saham Indonesia masih konsolidasi dengan IHSG ditutup di level 5.643,19 pada Juni 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Pasar saham dalam negeri masih berada dalam fase konsolidasi sepanjang Juni 2026 akibat berlanjutnya ketidakpastian global serta penyesuaian portofolio oleh para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup di level 5.643,19, yang terkoreksi 7,90% secara bulanan dan 34,74% secara tahun berjalan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fauzi, mengungkapkan bahwa indeks saham blue chip (LQ45) ditutup di level 553,11 atau turun 34,67% secara tahun berjalan. Sementara itu, indeks IDX80 berada di level 82,79 atau melemah 37,54% secara tahun berjalan.

Terkait aspek likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,75%, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berada di posisi 1,50%. Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp22,23 triliun, angka yang sedikit lebih rendah dibandingkan Rp22,86 triliun pada tahun lalu.

Investor asing turut membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp19,63 triliun, meningkat signifikan dibandingkan posisi Rp4,10 triliun pada Mei 2026. "Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Juni 2026 ditutup pada level 429,85; terkoreksi 1,69 persen mtm atau 2,49 persen ytd," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Hasan menambahkan bahwa rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) naik 40,00 basis poin secara bulanan dan 96,22 basis poin secara tahun berjalan, yang dipengaruhi oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global. Di tengah dinamika tersebut, minat investor asing terhadap SBN justru tetap positif.

Hal tersebut tercermin dari catatan net buy sebesar Rp22,43 triliun, meningkat dibandingkan Rp3,70 triliun pada Mei 2026. Adapun pasar obligasi korporasi mencatat net sell asing sebesar Rp0,07 triliun, yang menyusut dibandingkan Rp0,20 triliun pada bulan sebelumnya.

Terkini