Prediksi IHSG 6 Juli 2026, Analis Sarankan Saham JPFA, MLPL, dan BRIS

Senin, 06 Juli 2026 | 15:20:42 WIB
Ilustrasi: Analis memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan 6 Juli 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (6/7/2026). Sebelumnya, indeks telah mengalami lonjakan sebesar 2,28 persen pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026).

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa secara teknikal IHSG berpeluang menembus level rata-rata pergerakan 20 hari. Menurut dia, IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 5.842 dan resistance di 5.916.

Selain itu, pelaku pasar saat ini sedang memperhatikan kenaikan harga emas. Berdasarkan data Galeri 24 Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram pada Minggu (5/7/2026) naik Rp 19.000 menjadi Rp 2.777.000.

Investor juga memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. “Untuk Senin kami perkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menembus MA20 daily dengan support 5842 dan resist 5916. Untuk sentimen, kami memperkirakan investor masih mencermati harga komoditas emas yang berpeluang melanjutkan penguatannya dan nilai tukar rupiah yang sedang berada di level psikologisnya 18.000 (per dolar AS), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Herditya memberikan rekomendasi tiga saham yang layak dicermati, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target Rp 2.100 sampai Rp 2.210. Selain itu, terdapat PT Multipolar Tbk (MLPL) di kisaran Rp 89 sampai Rp 97, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target Rp 444 hingga Rp 464.

Sementara itu, pengamat pasar modal Hendra Wardhana menilai ruang penguatan IHSG mulai terbatas setelah reli pada akhir pekan lalu. Optimisme pasar didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan data Purchasing Managers' Index sejumlah negara Asia yang berada di zona ekspansi.

Hendra memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 5.840 sampai 5.950 pada perdagangan Senin. Ia menyarankan investor untuk menerapkan strategi selective buying pada saham yang memiliki momentum teknikal positif.

Hendra merekomendasikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk speculative buy dengan target harga Rp 1.945. Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga dinilai menarik dengan target Rp 2.900, didukung prospek sektor logam yang membaik.

Terdapat juga PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang direkomendasikan untuk trading buy dengan target Rp 600 karena sentimen nikel dan kendaraan listrik. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turut masuk dalam daftar speculative buy dengan target harga Rp 250 setelah menunjukkan indikasi rebound.

Terkini