Harga Tertinggi TBS Sawit di Pasaman Barat Capai Rp3.754 Per Kilogram

Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:19:07 WIB
Ilustrasi: Harga tertinggi TBS sawit di Pasaman Barat mencapai Rp3.754 per kilogram pada awal Juli 2024. (Foto: NET)

PASAMAN BARAT – Angin segar menghampiri para pembudidaya kelapa sawit di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Situasi tersebut terjadi setelah nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) ditetapkan dengan angka tertinggi mencapai Rp3.754,49 per kilogram pada Jumat (3/7).

Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, SH. MM, didampingi Wakil Bupati H. M. Ihpan senantiasa memantau fluktuasi nilai jual komoditas andalan daerah ini lewat sistem pengawasan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat. Perlu diketahui pula bahwa nilai batas paling rendah untuk komoditas ini berada pada level Rp3.085 per kilogram.

Sementara itu, untuk kelompok komoditas brondolan, nilai jual di tingkat pabrik bertahan kuat di posisi Rp3.700 per kilogram, yang diberlakukan oleh PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM).

Pergerakan nilai secara terperinci di wilayah Pasaman Barat untuk saat ini terbagi ke dalam sejumlah kelompok jalinan kemitraan pada setiap pabrik kelapa sawit. Kelompok pertama adalah Harga Mitra Plasma, di mana PT Agrowiratama menduduki peringkat teratas dengan melakukan pembelian TBS senilai Rp3.754,49 per kilogram.

Berikutnya, terdapat empat perusahaan yang kompak menetapkan angka yang sama sebesar Rp3.754,06 per kilogram untuk kelompok plasma ini, yakni PT Bina Tani Nusantara (BTN), PT Gersindo, PT Andalas Agro Industri (AAI), dan PT Laras Internusa (LIN).

Kelompok kedua yaitu Harga Mitra Swadaya, di mana nilai tertinggi di angka Rp3.754,06 per kilogram dibukukan secara seragam oleh tiga korporasi, yakni PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM), PT Andalas Agro Industri (AAI), serta PT Gunung Sawit Abadi (GSA).

Di luar ketiga perusahaan tersebut, transaksi untuk mitra swadaya juga dilayani oleh PT Sari Buah Sawit (SBS) dengan ketetapan harga Rp3.470 per kilogram, diikuti PT Sawita Pasaman Jaya (SPJ) senilai Rp3.340 per kilogram, dan PT Agro Wira Ligatsa (AWL) yang menentukan harga pada angka Rp3.170 per kilogram.

Di sisi lain, pergeseran yang cukup dinamis tampak pada kelompok ketiga, yaitu Harga Non Mitra. Pada kelompok ini, PTPN IV Regional IV memberlakukan harga beli sebesar Rp3.400 per kilogram, disusul oleh PT Gunung Sawit Abadi (GSA) senilai Rp3.385 per kilogram, PT Usaha Sawit Mandiri (USM) di angka Rp3.369 per kilogram, dan PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS) seharga Rp3.345 per kilogram.

Korporasi lainnya seperti PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) dan PT Sawita Pasaman Jaya (SPJ) menentukan angka kembar yaitu di posisi Rp3.338 dan Rp3.340 per kilogram. Untuk deretan pabrik dengan ketentuan harga non-mitra di rentang kepala tiga lainnya diisi oleh PT Gersindo dan PT Sari Buah Sawit (SBS) yang sama-sama membeli pada harga Rp3.300 per kilogram, PT Bakrie Pasaman Plantation (BPP) senilai Rp3.230 per kilogram, PT Pasaman Marama Sejahtera (PMS) sebesar Rp3.220 per kilogram, serta PT Agro Wira Ligatsa (AWL) di angka Rp3.130 per kilogram.

Guna menutup rangkuman data harian ini, PT Bina Tani Nusantara (BTN) dilaporkan menentukan harga beli non-mitra paling rendah pada level Rp3.085 per kilogram.

Terkini