Pasar Minyak Mentah Melemah, Brent dan WTI Masuki Wilayah Oversold

Rabu, 01 Juli 2026 | 12:34:31 WIB
Ilustrasi: Pasar minyak mentah Brent dan WTI melemah dan memasuki wilayah oversold pada akhir Juni 2026. (Gambar: NET)

LONDON – Nilai minyak mentah kembali ditutup melemah serta berada pada level kemerosotan bulanan dan triwulanan terdalam semenjak pandemi COVID-19 pada awal tahun 2020.

Para investor kini tengah mencermati potensi negosiasi Amerika Serikat-Iran di Doha di tengah situasi ketegangan gencatan senjata sementara dalam perang yang telah berlangsung selama empat bulan.

Pada Selasa (30/6/2026), minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Agustus 2026 ditutup melemah 23 sen, atau 0,3%, menjadi US$ 72,92 per barel.

Sementara itu, minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 ditutup turun US$ 1,25, atau 1,8% ke level US$ 69,50 per barel.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa pasar telah memperhitungkan premi risiko, namun kapal-kapal yang sebelumnya terdampar telah tersedia seiring dengan peningkatan kapal yang keluar dari Teluk, sehingga menciptakan gelombang pasokan baru untuk sementara,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Morgan Stanley menyatakan pihaknya kini memodelkan surplus pasar minyak global sebesar 4,8 juta barel per hari pada tahun 2027.

Utusan utama Amerika Serikat yang tiba di Doha dilaporkan tidak akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Iran, sehingga menimbulkan keraguan terhadap progres upaya penyelesaian perang serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sebelum meletusnya perang, sekitar 20% pasokan minyak global diketahui melewati selat tersebut.

Kondisi tersebut membuat kedua acuan minyak mentah berada di wilayah oversold secara teknis, dengan Brent bertahan selama 13 hari berturut-turut dan WTI selama 11 hari berturut-turut.

Sepanjang Juni, Brent turun sekitar 21%, menyusul penurunan 19% pada bulan Mei, yang merupakan penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020.

Secara kuartalan, Brent turun sekitar 38% pada kuartal kedua setelah sempat melonjak 94% pada kuartal pertama tahun ini.

Di Amerika Serikat, produksi minyak mentah naik ke rekor bulanan sebesar 13,93 juta barel per hari pada bulan April sebagai respons produsen terhadap kenaikan harga akibat perang.

Saat ini, pasar minyak sedang menantikan laporan penyimpanan mingguan dari American Institute dan Badan Informasi Energi Amerika Serikat.

Analis memperkirakan perusahaan energi telah menarik 4,5 juta barel minyak mentah dari penyimpanan selama pekan yang berakhir 26 Juni.

Terkini