Tanggapi Putusan SIAC, Kimia Farma Pastikan Transformasi Tetap Berjalan

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:05:08 WIB
Ilustrasi: Kimia Farma memastikan operasional dan transformasi bisnis tetap berjalan pasca putusan SIAC. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) menanggapi putusan arbitrase internasional dari Singapore International Arbitration Centre (SIAC) dengan melakukan peninjauan mendalam atas keputusan tersebut. Manajemen memastikan bahwa penanganan sengketa hukum ini tidak akan mengganggu operasional maupun program transformasi bisnis perusahaan yang sedang berlangsung.

Direktur Utama KAEF, Djagad Prakasa Dwialam, mengungkapkan bahwa emiten farmasi ini berkomitmen penuh menyelesaikan berbagai persoalan masa lalu, termasuk kasus arbitrase tersebut, dengan tetap mengutamakan stabilitas bisnis serta pelayanan kesehatan warga. "Kami memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan, termasuk manufaktur, distribusi, apotek, dan layanan kesehatan di seluruh jaringan Kimia Farma, tetap berjalan secara optimal untuk melayani kebutuhan masyarakat di sektor kesehatan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Djagad menuturkan bahwa saat ini KAEF sedang melakukan peninjauan mendalam atas putusan SIAC tersebut. Pihaknya juga berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan guna menentukan langkah terbaik dalam melindungi kepentingan perusahaan dan para pemegang saham.

Djagad menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan merujuk pada regulasi hukum yang berlaku serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. "Kami senantiasa tunduk, mematuhi, dan berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku serta bersikap kooperatif terhadap otoritas yang berwenang," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di tengah penyelesaian perkara tersebut, Kimia Farma menyatakan bahwa agenda transformasi bisnis telah menunjukkan dampak positif. Perusahaan mencatatkan laba kotor sebesar Rp824,8 miliar pada kuartal I/2026, yang berarti naik 11,06% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

EBITDA korporasi juga meningkat 61,29% menjadi Rp153,8 miliar, yang menunjukkan performa finansial lebih baik dalam memproduksi kas dari kegiatan operasional. KAEF juga berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp123,6 miliar sepanjang triwulan pertama tahun 2026.

Djagad menilai torehan positif di awal tahun ini menunjukkan bahwa kebijakan penataan ulang keuangan yang digagas sejak dua tahun lalu telah membuahkan hasil. "Pencapaian di awal tahun ini membuktikan bahwa restrukturisasi keuangan yang dijalankan sejak dua tahun lalu serta transformasi model bisnis yang lebih ramping dan efisien berjalan di jalur yang tepat," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Ke depan, KAEF berkomitmen memacu efisiensi operasional, meningkatkan porsi produk bermargin tinggi, serta mendongkrak utilitas Bahan Baku Obat dalam negeri untuk meminimalkan ketergantungan impor. Perusahaan juga menyasar pasar baru melalui layanan kesehatan bagi lansia dengan merancang ekosistem Healthy Ageing.

Program ini mengintegrasikan fasilitas apotek, klinik, diagnostik, hingga pelayanan homecare sebagai sumber laba baru di tengah tren peningkatan penduduk lansia. Manajemen menegaskan bahwa penuntasan sengketa arbitrase merupakan bagian dari agenda penyelesaian masalah masa lalu sembari menjaga momentum transformasi demi pertumbuhan jangka panjang.

Terkini