JAKARTA – Bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan Senin (29/6/2026) pagi dengan mayoritas indeks mengalami pelemahan. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar regional yang cukup dinamis di awal pekan.
Berdasarkan data pukul 08.24 WIB, indeks Nikkei 225 turun 524,63 poin atau 0,75% ke level 68.872,63. Sebaliknya, indeks Hang Seng justru naik 155,79 poin atau 0,69% ke level 22.827,65.
Indeks Taiex naik 466,42 poin atau 1,04% ke posisi 45.036,70, sedangkan indeks Kospi turun 132,03 poin atau 1,60% ke 8.276,25. Indeks ASX 200 naik 23,51 poin atau 0,27% ke 8.787,70, Straits Times menguat 7,5 poin atau 0,15% ke 5.199,88, dan FTSE Malaysia melemah 6,52 poin atau 0,39% ke 1.660,77.
Indeks MSCI Asia Pasifik tercatat turun 0,5% dengan sektor saham teknologi berada di bawah tekanan. Konflik di Timur Tengah kembali intensif setelah Iran menyerang kapal minyak Qatar serta pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain, yang kemudian memicu serangan balasan dari AS.
Harapan akan perdamaian antara AS dan Iran serta optimisme perdagangan teknologi membuat saham global tetap berada di jalur kuartal terbaiknya sejak 2020. "Pasar saham tampaknya percaya bahwa Presiden Trump tidak punya pilihan selain membuat konsesi menjelang pemilihan paruh waktu," kata Shoji Hirakawa, kepala strategi global di Tokai Tokyo Intelligence Lab seperti dikutip Bloomberg, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
"Investor melihat pertukaran serangan antara AS dan Iran sebagai hal sementara dan tidak percaya situasi tersebut akan meningkat menjadi perang lain." ujar Shoji Hirakawa, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Fokus investor di Asia juga tertuju pada pasar Korea Selatan, di mana Samsung Electronics Co dan SK Group akan segera mengumumkan rencana investasi besar mereka.