JAKARTA – Nilai jual logam mulia terpantau mengalami penyusutan pada sesi transaksi hari Senin (29/6/2026) pagi.
Berdasarkan laporan Bloomberg pukul 07.23 WIB, harga emas untuk jangka pengapalan Agustus 2026 di Commodity Exchange berada pada angka US$ 4.074,20 per ons troi. Nilai tersebut tercatat melandai 0,54% dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu yang berada di level US$ 4.096,30 per ons troi.
Harga emas merosot setelah kubu Amerika Serikat dan Iran melancarkan aksi saling serang di kawasan Teluk Persia. Situasi tersebut mengaburkan status gencatan senjata yang sebelumnya sempat menekan harga energi kembali ke posisi sebelum masa perang.
Kendati demikian, merujuk pada pemberitaan Axios, Amerika Serikat dan Iran pada akhirnya melahirkan kesepakatan untuk menyudahi gempuran dan bersiap bersua dalam agenda negosiasi lanjutan di Doha pada hari Selasa minggu ini.
Dinamika terbaru di Timur Tengah tersebut bergulir pascapublikasi data inflasi Amerika Serikat yang, meskipun bertahan tinggi, posisinya masih sesuai dengan estimasi para analis.
Secara akumulatif, harga emas tercatat telah merosot berkisar 23% semenjak pihak Amerika Serikat dan Israel menginisiasi gempuran ke wilayah Iran pada akhir Februari yang lalu.