JAKARTA – Emiten dari Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR), telah menyampaikan target terbaru untuk penjualan alat berat serta hasil tambang perusahaan pada tahun 2026. Diketahui bahwa UNTR melakukan perubahan terhadap target penjualan perusahaan tersebut.
Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, memaparkan bahwa pihaknya mengubah sejumlah target penjualan di tahun 2026 sebagai dampak dari penurunan RKAB yang memberikan pengaruh pada lini bisnis United Tractors.
“Kami revisi target penjualan Komatsu menjadi sekitar 4.000 unit,” kata Ari pekan lalu kepada Bisnis sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ari juga menjelaskan bahwa produksi batu bara serta overburden removal PT Pamapersada Nusantara mengalami penurunan sekitar 15%-17%. Selain itu, penjualan batu bara lewat PT Tuah Turangga Agung juga mengalami penyusutan menjadi sekitar 9,6 juta ton pada tahun ini.
UNTR turut mematok target untuk penjualan emas di angka kisaran 82.000 ons tahun ini, serta penjualan nikel ore sekitar 1,2 juta wmt untuk 2026.
“Kami akan review kembali target kalau ada revisi atau pelanggaran RKAB di semester II/2026,” ucap Ari sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebelumnya, Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, menyebutkan bahwa tahun 2026 merupakan periode yang cukup menantang bagi United Tractors, baik dilihat dari faktor eksternal, geopolitik, hingga adanya perubahan regulasi yang banyak memberikan pengaruh pada bisnis UNTR.
“Kami berusaha sebaik mungkin memitigasi seluruh tantangan yang kami hadapi dan di saat yang sama kami juga tidak berhenti untuk memikirkan jangka panjangnya seperti apa,” ucap Iwan dalam konferensi pers UNTR beberapa pekan lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Iwan memprediksi kondisi yang menantang bagi UNTR kemungkinan masih terus berlanjut setidaknya hingga tahun ini. Iwan menyampaikan bahwa sepanjang kuartal I/2026, UNTR mencatatkan terjadinya penurunan penjualan alat berat, penurunan produksi batu bara, serta penurunan produksi emas yang disebabkan oleh penghentian operasi di tambang Martabe.
Melalui tantangan ini, Iwan memaparkan bahwa UNTR mengambil langkah strategi defensif dengan berusaha seoptimal mungkin mengamankan lini bisnis yang ada saat ini.Pada saat yang sama, kinerja UNTR ditunjang oleh balance sheet serta kondisi keuangan perusahaan yang kokoh, di mana UNTR terus mengincar peluang baru baik pada sektor mineral lainnya maupun sektor energi.