JAKARTA – Phintraco Sekuritas memberikan prediksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan dibayangi oleh pengumuman review kuartalan MSCI pada perdagangan pekan ini yang berlangsung singkat, yakni 11-13 Mei 2026.
Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan berada pada rentang resistance 7.300, pivot 7.200, dan support 7.000. Terdapat lima saham yang direkomendasikan oleh Phintraco Sekuritas untuk dicermati, yang mana salah satunya adalah KLBF.
Berdasarkan penjelasan Phintraco Sekuritas, perhatian utama para pelaku pasar tertuju pada sentimen MSCI. Hal ini dikarenakan hasil review indeks global yang dijadwalkan rilis pada Selasa (12/5/2026) dianggap memiliki pengaruh terhadap aliran modal asing serta volatilitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Untuk itu, IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 6.850-7.100 di tengah perdagangan yang pendek pekan ini menjelang long weekend,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada hari Senin (11/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ditambahkan pula oleh Phintraco Sekuritas bahwa pelaku pasar juga memantau rencana Pemerintah dalam menaikkan tarif royalti progresif bagi sejumlah komoditas logam, seperti nikel, emas, tembaga, perak, serta timah. Langkah tersebut berpotensi memberikan sentimen negatif bagi sektor basic material yang menjadi penopang indeks selama ini.
Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas melanjutkan bahwa di sisi lain kenaikan tarif tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan negara.
Selain itu, pasar juga turut dipengaruhi oleh sentimen global setelah indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (8/5/2026), yang sekaligus mencatatkan penguatan secara mingguan.
Menurut penjelasan Phintraco Sekuritas, penguatan pasar saham AS didukung oleh data tenaga kerja yang melampaui perkiraan. Data nonfarm payrolls memperlihatkan penyerapan tenaga kerja mencapai 115 ribu pada April 2026, lebih tinggi dari estimasi yang sebesar 55 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran sesuai dengan ekspektasi pasar yakni berada di level 4,3 persen.
“Harga minyak mentah sedikit naik setelah AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz,” papar Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Phintraco Sekuritas menilai bahwa perhatian utama pasar global masih tertuju pada ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di tengah kondisi gencatan senjata AS-Iran yang rapuh.
Investor pun akan memperhatikan sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat (AS), seperti inflasi produsen (PPI) dan inflasi konsumen (CPI), seiring munculnya perbedaan pandangan di internal bank sentral AS atau The Fed.
Dari kawasan Asia, China memiliki jadwal untuk merilis data CPI, PPI, serta agregat moneter. Pasar juga tengah menanti pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing yang berlangsung pada 14–15 Mei 2026.
“Fokus utama pertemuan ini adalah krisis perang AS-Iran, di mana Trump berharap China dapat menekan Iran, serta membahas isu perdagangan, logam tanah jarang, dan keamanan,” papar Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Adapun lima saham yang direkomendasikan oleh Phintraco Sekuritas untuk layak dicermati adalah KLBF, MAPA, MYOR, MARK dan ERAL.