Pendapatan TOBA US$ 86,28 Juta, Naik 20,5% YoY

Rabu, 06 Mei 2026 | 11:32:57 WIB
Ilustrasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) (https://storage.googleapis.com/swafiles/images/2025/12/251820/1766661641_ea21252e2ab46e4e3910.jpg)

JAKARTA – Pendapatan TOBA naik 20,5% ke US$ 86,28 juta, rugi menyusut 83% di tengah fase transisi bisnis hijau.

Di tengah transformasi menuju bisnis berkelanjutan, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mulai menunjukkan perbaikan kinerja keuangan. Lonjakan pendapatan dan penyusutan rugi menjadi indikator awal efektivitas strategi yang dijalankan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$ 86,28 juta. Angka ini meningkat 20,5% secara tahunan dari US$ 71,51 juta per 31 Maret 2025.

Kenaikan top line tersebut didorong oleh pertumbuhan bisnis baru, khususnya dari sektor pengelolaan limbah. Selain itu, perbaikan arus kas operasional turut menopang kinerja pada kuartal I-2026.

Dari sisi bottom line, total kerugian periode berjalan tercatat sebesar US$ 9,5 juta. Angka ini menyusut 83% dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar US$ 58,9 juta.

Direktur TBS Energi Utama Juli Oktarina menjelaskan langkah strategis yang diambil perusahaan dalam proses transformasi. “Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TOBA menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka,” jelasnya, pekan lalu, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kontribusi dari segmen kendaraan listrik melalui Electrum juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan dari penjualan dan penyewaan meningkat 137,82% dari US$ 1,3 juta menjadi US$ 3,2 juta di kuartal I-2026.

Dari sisi likuiditas, perusahaan mencatat posisi kas sebesar US$ 103,3 juta. Dengan modal kerja yang disiplin, kondisi ini dinilai cukup untuk mendukung ekspansi serta target netralitas karbon pada 2030.

“Dengan posisi kas sebesar US$ 103,3 juta dan modal kerja yang disiplin, kami memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada 2030,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andhika Audre menilai transformasi yang dilakukan TOBA mulai menunjukkan progres awal. Pergeseran dari bisnis batu bara ke sektor berkelanjutan dinilai sebagai langkah struktural yang membutuhkan waktu.

"Oleh karena itu, kerugian kebanyakan adalah non-tunai, muncul saat ini lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan penurunan kualitas fundamental. Yang penting pendapatan terus bertumbuh dan efisiensi arus kas," ungkap Audrey, Selasa (5/5), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara keseluruhan, kinerja kuartal I-2026 mencerminkan penguatan kontribusi bisnis berkelanjutan terhadap pendapatan. Transformasi yang berjalan dinilai akan semakin menopang kinerja jangka panjang perusahaan.

Terkini