Laba BCA Rp 40,17 Triliun, Transaksi Digital Naik 60% dalam 3 Tahun

Laba BCA Rp 40,17 Triliun, Transaksi Digital Naik 60% dalam 3 Tahun

FINANSIALINSIGHT.COM — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih Rp 40,17 triliun secara bank only hingga Agustus 2026, tumbuh 2,85% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang kenaikan kredit dan lonjakan transaksi digital yang mencapai 60% dalam tiga tahun terakhir.

Kinerja BCA sepanjang delapan bulan pertama 2026 ditopang oleh pengembangan layanan transaksi, baik lewat kanal digital maupun non-digital. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyebut hampir seluruh transaksi yang diproses perseroan kini merupakan transaksi digital.

Transaksi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan

"Pengembangan terus menerus yang kami lakukan membuat volume transaksi yang diproses BCA naik 60% dalam kurun 3 tahun terakhir. Saat ini, hampir seluruh transaksi yang diproses BCA merupakan transaksi digital," ujar Hera kepada Kontan, Rabu (16/9/2026).

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BCA naik 1,33% yoy menjadi Rp 53,82 triliun. Pendapatan komisi, provisi, fee dan administrasi juga masih tumbuh 7,74% yoy menjadi Rp 13,59 triliun.

Beban impairment BCA turun 18,55% yoy menjadi Rp 2,16 triliun. Penurunan pencadangan ini ikut mendorong laba operasional BCA tumbuh 2,72% yoy menjadi Rp 49,36 triliun.

Kredit Tembus Rp 1.017 Triliun, DPK Naik 8,33%

Dari sisi intermediasi, kredit BCA bank only mencapai Rp 1.017,7 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 10,52% yoy. Pertumbuhan kredit ini melampaui kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 8,33% yoy menjadi Rp 1.256,83 triliun.

Komposisi DPK BCA didominasi dana murah. Giro meningkat 14,73% menjadi Rp 447,51 triliun dan tabungan tumbuh 8,2% menjadi Rp 626,70 triliun. Sebaliknya, deposito justru turun 4,3% menjadi Rp 182,63 triliun.

Optimistis Capai Target RBB 2026

Hera menyatakan BCA akan terus memperkuat platform perbankan transaksi yang aman dan andal. Langkah ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan basis nasabah dan volume transaksi.

Perseroan juga berkomitmen menjaga permodalan dan likuiditas yang solid guna mendukung pertumbuhan kredit yang berkesinambungan dan berkualitas. "Kami optimistis secara umum dapat mencapai target sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) hingga akhir 2026," katanya.

Bagi nasabah, kinerja BCA yang stabil ini tercermin dari layanan transaksi yang terus diperluas. Sementara bagi investor, pertumbuhan kredit yang lebih cepat dari DPK menjadi sinyal positif untuk keberlanjutan pendapatan bunga perseroan hingga akhir tahun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index