Analis Asing Optimis Saham ANTM Usai Raih Laba Rp6,9 Triliun

Analis Asing Optimis Saham ANTM Usai Raih Laba Rp6,9 Triliun
Ilustrasi saham antam (FOTO : NET)

JAKARTA – Dua analis asing dalam konsensus Bloomberg kompak bersikap optimis terhadap saham emiten pertambangan BUMN, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM).

Analis Citi Ryan Davis memberikan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga 12 bulan di level Rp5.300/saham.

Sementara itu, Analis UBS Igor Nyoman Putra juga menegaskan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.390/saham.

Berdasarkan konsensus Bloomberg per Senin (31/8/2026) siang, sebanyak 30 analis merekomendasikan beli saham ANTM.

Hanya satu analis yang menyarankan tahan dan satu analis merekomendasikan jual.

Konsensus tersebut menetapkan target harga saham ANTM 12 bulan ke depan pada angka Rp4.463/saham, dengan potensi kenaikan lebih dari 44%.

Melalui keterbukaan informasi terbaru, ANTM membukukan laba bersih periode berjalan Januari–Juni 2026 sebesar Rp6,91 triliun.

Pencapaian laba bersih tersebut melesat 34% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Seiring kenaikan laba, ANTM mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar Rp9,62 triliun per Juni 2026, naik signifikan 35% secara tahunan.

Kinerja ini mendorong laba bersih per saham dasar menjadi Rp265,85 per saham atau meningkat 36% dari tahun lalu.

Aset perusahaan turut melonjak 27% menjadi Rp61,27 triliun, sedangkan nilai ekuitas naik 14% ke posisi Rp38,53 triliun.

ANTM juga menjaga likuiditas dengan kas dan setara kas senilai Rp9,22 triliun untuk mendukung kebutuhan operasional serta proyek strategis.

Penjualan bersih ANTM sepanjang semester I-2026 mencapai Rp62,71 triliun, tumbuh 6% dibandingkan periode sama tahun lalu dan melampaui estimasi pasar.

“Kenaikan pendapatan ditopang oleh rata-rata harga jual (ASP) emas dan nikel yang berada di level tinggi serta supply emas yang membaik sehingga meningkatkan volume penjualan,” sebut riset Panin Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Panin Sekuritas turut mencatat beberapa sentimen positif yang menopang ANTM, seperti ekspektasi pasokan serta harga emas yang lebih baik.

Faktor lain meliputi tingginya harga bijih nikel akibat pengetatan pasokan dan revisi HPM, hingga keberadaan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index