JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini tumbuh 0,62% ke 439,81 hingga pukul 09.02 WIB. Tercatat, sebanyak 16 saham menguat, 8 saham turun, dan 3 stagnan.
Saham dengan kenaikan tertinggi ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang naik 1,59% ke Rp3.190 per saham. Posisi ini diikuti saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang tumbuh 1,40% menjadi Rp1.815.
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga naik 1,20% ke Rp4.200 dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) membukukan kenaikan sebesar 1,11% menuju level Rp3.630 per saham.
IHSG sendiri dibuka melemah 0,21% ke 6.514,93 hingga pukul 09.02 WIB. Tercatat, sebanyak 275 saham menguat, 195 saham turun, dan 493 saham stagnan.
Adapun total kapitalisasi pasar mencapai angka Rp11.440 triliun.
Pada perdagangan hari ini, indeks komposit diproyeksikan bergerak sideways di tengah bayang-bayang koreksi bursa AS Wall Street akibat lonjakan imbal hasil atau yield obligasi dan lemahnya kinerja sektor ritel.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan IHSG berpotensi bergerak konsolidasi pada rentang 6.450 hingga 6.500.
“IHSG berpotensi sideways di sekitar 6.450–6.500, dan jika mampu break di atas 6.520, baru akan melanjutkan penguatan ke level 7.300 dalam jangka menengah,” ujar Fanny dalam riset harian, Jumat (21/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas mematok area support IHSG berada di level 6.450–6.500, sementara area resistance berada di rentang 6.520–6.600.
Dari mancanegara, bursa saham AS Wall Street ditutup melemah signifikan pada Kamis (20/8/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average melorot 1,32%, S&P 500 turun 0,87%, dan Nasdaq Composite melemah 1,00%.
Tekanan datang dari lonjakan yield obligasi Treasury serta kinerja ritel raksasa Walmart yang di bawah ekspektasi pasar akibat imbas lonjakan harga bensin.
Di sisi lain, bursa saham Asia kemarin kompak ditutup menguat didorong oleh rencana pembelian kembali surat utang jangka panjang oleh pemerintah AS.