IHSG Sesi I Naik ke 6.363, Saham KLBF hingga ANTM Jadi Top Gainers

IHSG Sesi I Naik ke 6.363, Saham KLBF hingga ANTM Jadi Top Gainers
Ilusrasi pasar saham (FOTO: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan hingga penutupan sesi pertama perdagangan pada Rabu (5/8/2026). Pergerakan ini didorong oleh respons positif pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/YoY).

Berdasarkan data RTI, IHSG bertambah 0,69% atau naik 43,40 poin hingga parkir di level 6.363,01 pada akhir sesi I.

Tercatat ada 436 saham yang menguat, 179 saham melemah, serta 172 saham bergerak stagnan. Sementara itu, total volume transaksi mencapai 20,6 miliar saham dengan nilai transaksi berkisar Rp 7,9 triliun.

Kenaikan IHSG didukung oleh penguatan sembilan indeks sektoral. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh IDX Basic Materials yang melesat 2,34%, IDX Health menguat 1,94%, dan IDX Property yang naik 1,84%.

Di jajaran saham LQ45, lonjakan harga tertinggi dicatatkan oleh PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 9,52% ke Rp 805. Selanjutnya ada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terangkat 7,55% ke Rp 1.425 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 5,88% ke Rp 3.060.

Di sisi lain, saham LQ45 yang berada di posisi penurunan terdalam adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang merosot 5,62% ke Rp 1.680. Lalu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 4,28% ke Rp 1.310 dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terkoreksi 2,15% ke Rp 2.730.

Laju positif di pasar keuangan domestik turut ditopang optimisme atas kinerja solid emiten pada semester I-2026, terutama di sektor perbankan dan komoditas.

Selain itu, meredanya kecemasan terhadap ketegangan geopolitik seiring sinyal positif dalam perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait pelayaran Selat Hormuz makin menggenjot minat investor pada aset berisiko.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% YoY pada kuartal II-2026. Walau angka tersebut berada di bawah pencapaian kuartal I-2026 yang sebesar 5,61% YoY, capaian ini dinilai tetap menandakan daya tahan ekonomi nasional yang solid.

Maju ke depan, fokus pasar bakal tertuju pada kelanjutan rilis laporan keuangan emiten serta wacana pemerintah menambah pasokan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke industri perbankan guna menjaga daya tahan likuiditas dan memacu kredit riil.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index