Kinerja Operasional Grup Merdeka Solid pada Kuartal II Tahun 2026

Kinerja Operasional Grup Merdeka Solid pada Kuartal II Tahun 2026
Ilusrasi merdeka copper gold (FOTO: NET)

JAKARTA – Sejumlah emiten yang tergabung di dalam Grup Merdeka berhasil membukukan capaian kinerja operasional yang solid sepanjang kuartal II-2026.

Hasil ini menjadi indikasi positif bagi prospek kinerja keuangan perseroan di semester I-2026, yang didorong oleh tingginya harga emas serta lonjakan produksi dari sektor bisnis nikel.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil meraup pendapatan hingga US$ 775,6 juta selama kuartal II-2026, yang didapatkan dari penjualan emas, tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), High-Grade Nickel Matte (HGNM), bijih limonit, hingga asam sulfat.

Pada periode tersebut, volume penjualan emas MDKA menyentuh 36.574 ounce (oz), yang terdiri atas 30.135 oz dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) serta 6.439 oz dari Tambang Emas Pani milik PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Rata-rata harga jual sebesar US$ 4.511 per ounce sukses menyumbang pendapatan sebesar US$ 165 juta dari penjualan emas tersebut.

Sementara di Tambang Wetar, volume produksi tembaga berada di angka 1.484 ton, dengan total volume penjualan mencapai 1.924 ton pada rata-rata harga jual US$ 5,83 per pon.

Di sisi lain, Tambang Emas Pani terus mencatatkan kemajuan positif dalam proses ramp-up semenjak dimulainya operasi heap leach pada kuartal I-2026.

Tambang tersebut berhasil memproduksi 15.594 oz emas dan 29.796 oz perak di sepanjang kuartal II-2026, melonjak signifikan jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 1.818 oz emas dan 3.496 oz perak.

Untuk lini bisnis nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan pertumbuhan produksi secara tahunan yang sangat kuat berkat dukungan kenaikan produksi tambang Sulawesi Cahaya Mineral dan kinerja konsisten di lini operasional hilir.

Tercatat produksi bijih nikel jenis saprolit dan limonit masing-masing melesat sebesar 130% dan 87% secara tahunan.

Kenaikan juga terjadi pada produksi Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 16% menjadi 19.505 ton nikel (tNi), sedangkan volume produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) tercatat sebanyak 9.165 tNi. Penjualan HGNM pun tumbuh 30% secara kuartalan menjadi 10.457 tNi.

Selain itu, fasilitas operasi AIM memproduksi 258.060 ton asam sulfat serta menjual 383.177 ton selama kuartal II-2026. PT ESG New Energy Material mencatatkan produksi 4.831 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), sedangkan PT Sulawesi Nickel Cobalt terus menggenjot pengembangan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) dengan target komersial MHP pada semester II-2026.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro menyampaikan bahwa TB Gold tetap menjadi pilar utama operasi perusahaan, sementara Tambang Pani terus menggenjot volume produksi, Wetar sukses mendongkrak margin, dan MBMA kian memperkuat platform bisnis nikel terintegrasi.

Langkah pencatatan sekunder saham EMAS pada Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) juga dinilai memperlebar ruang pendanaan internasional demi mempercepat pengembangan Tambang Emas Pani.

"Ke depan, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, berlanjutnya ramp-up Pani, serta pengembangan proyek TB Copper melalui tahap feasibility study," ujar Albert sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index