Saham Bank Rakyat Indonesia Naik 2,40 Persen ke Level Rp 2.990

Saham Bank Rakyat Indonesia Naik 2,40 Persen ke Level Rp 2.990
Ilustrasi saham bri (FOTO: NET)

JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI membalikkan keadaan sehingga mencatatkan takdir yang positif setelah bangkit 2,40% ke level Rp 2.990 pada perdagangan Kamis (30/7/2026).

Pada perdagangan tersebut, sebanyak 220,55 juta saham BBRI diperdagangkan dengan frekuensi 28.148 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 656,28 miliar, meskipun investor asing membukukan net sell sebesar Rp 37,01 miliar.

Pergerakan saham Bank Rakyat Indonesia ini berhasil berbalik arah setelah sejak 22 Juli 2026 hingga 29 Juli 2026 selalu ditutup pada zona merah.

MNC Sekuritas turut memberikan sorotan terhadap saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) untuk perdagangan pada Jumat (31/7/2026).

Pihak MNC Sekuritas menilai penguatan BBRI sebesar 2,40% ke 2.990 kemarin didorong oleh munculnya volume pembelian serta posisinya yang mampu bertahan di atas MA60.

Atas dasar itu, broker efek tersebut memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham BBRI pada kisaran 2.950-2.980, dengan target harga pertama di 3.080, target kedua di 3.190, dan stoploss di bawah 2.940.

Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bersama entitas anaknya sukses membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 15,5 triliun pada kuartal I-2026, atau meningkat 14% secara tahunan (year on year/yoy).

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyajikan pembaruan kinerja BBRI di kuartal I-2026 yang dinilai in-line dengan kualitas sehat, di mana NIM tetap resilient di tengah tekanan CoF, CoC turun signifikan, serta wholesale-driven growth mampu mengompensasi pelemahan di segmen consumer.

“Story utama (dari BBRI) shift growth engine dari micro/consumer ke corporate/commercial. Proteksi asset quality tapi berpotensi tekan margin jangka panjang (corporate loan yield lebih rendah),” tulis BRIDS dalam catatannya, Jumat (24/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BRIDS mengungkapkan bahwa PBV BBRI sebesar 1,4x untuk ROE 18%+ dan dividend yield 10-12% menjadi sebuah anomali historis yang tergolong besar.

“Pasar pricing-in skenario bearish yang belum terjadi,” sebut BRIDS sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Dividend yield 10-12% mendekati return SBN, jadi setiap koreksi harga saham sama dengan yield naik lebih menarik,” pungkas BRIDS sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk tahun buku 2025 sendiri, Bank Rakyat Indonesia telah membagikan total dividen Rp 52,10 triliun atau Rp 345 per saham, yang mencakup dividen interim Rp 20,63 triliun (Rp 137 per saham) dan dividen final Rp 31,47 triliun (Rp 209 per saham).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index