Daftar 10 Top Laggards Sepekan BMRI BBCA dan ASII Penekan Utama IHSG

Daftar 10 Top Laggards Sepekan BMRI BBCA dan ASII Penekan Utama IHSG
Ilustrasi saham (sumber foto : NET)

JAKARTA – Penurunan harga sejumlah saham berkapitalisasi besar pada perdagangan 20 hingga 24 Juli 2026 turut membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Terdapat 10 saham yang menjadi penekan utama indeks komposit dan masuk daftar top laggards sepekan, termasuk BMRI, BBCA, serta ASII.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi pemberat utama IHSG. Sepanjang pekan lalu, BMRI melemah 7,81% dan memberi tekanan 28,57 poin pada IHSG.

Tekanan berikutnya berasal dari saham bank swasta BBCA yang terkoreksi 3,09% sepekan dan memangkas IHSG hingga 17,65 poin. Saham ASII juga turun 2,35% sehingga membebani IHSG sebesar 4,89 poin.

Saham DCII kepunyaan Toto Sugiri turut memberikan tekanan sebesar 3,35 poin, diikuti UNTR 3,11 poin dan MSIN 2,80 poin. Saham TLKM yang melemah 1,13% menyumbang tekanan 2,77 poin bagi IHSG.

Penurunan juga dicatatkan saham FILM sebesar 2,37 poin, saham telekomunikasi EXCL sebesar 2,17 poin, dan saham BUVA terafiliasi Happy Hapsoro yang menekan IHSG 2,07 poin. Walau dibayangi penurunan saham-saham tersebut, IHSG tetap menutup pekan dengan penguatan 0,34%.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan perdagangan saham periode 20–24 Juli 2026 berakhir positif yang ditandai dengan kenaikan beberapa indikator utama.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang naik 66,88% menjadi 43,68 miliar saham, dibandingkan 26,17 miliar saham pada pekan sebelumnya," ujar Kautsar dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rata-rata nilai transaksi harian juga menguat 41,21% menjadi Rp19,76 triliun dari posisi pekan sebelumnya sebesar Rp13,99 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian pun tumbuh 14,4% dari 2,33 juta kali menjadi 2,67 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar BEI mengalami kenaikan 1,13% menjadi Rp10.870 triliun dibanding pekan sebelumnya Rp10.749 triliun. Seiring hal itu, IHSG terkerek 0,34% sepekan ke level 6.196,430 dari posisi 6.175,535 pada akhir pekan lalu.

Meski demikian, investor asing tetap melakukan aksi jual bersih. Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), investor asing mencatatkan net sell senilai Rp1,36 triliun.

Secara akumulatif selama tahun 2026, total nilai jual bersih investor asing sudah menembus Rp79,09 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index