JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bersama entitas anaknya mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun pada kuartal I-2026, yang menunjukkan pertumbuhan 14% secara tahunan (year on year/yoy).
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mempublikasikan pembaruan mengenai hasil kinerja BBRI selama kuartal I-2026. Berdasarkan penilaian broker tersebut, capaian kinerja BBRI pada 1Q26 tergolong sesuai estimasi dengan kualitas yang tetap terjaga baik.
NIM dinilai tetap resilient di tengah tekanan CoF, sementara CoC mengalami penurunan tajam, serta pertumbuhan di sektor wholesale mampu mengimbangi kelemahan pada sektor konsumer.
“Story utama (dari BBRI) shift growth engine dari micro/consumer ke corporate/commercial. Proteksi asset quality tapi berpotensi tekan margin jangka panjang (corporate loan yield lebih rendah),” tulis BRIDS dalam catatannya, Jumat (24/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
BRIDS mengungkapkan bahwa PBV BBRI berada pada level 1,4x untuk ROE 18%+ serta dividend yield 10-12%, yang tergolong sebagai anomali historis cukup besar.
“Pasar pricing-in skenario bearish yang belum terjadi,” sebut BRIDS sebagaimana dilansir dari berita sumber.
“Dividend yield 10-12% mendekati return SBN, jadi setiap koreksi harga saham sama dengan yield naik lebih menarik,” pungkas BRIDS sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sementara itu, untuk tahun buku 2025, Bank Rakyat Indonesia mendistribusikan total dividen sebesar Rp 52,10 triliun atau setara Rp 345 per saham. Alokasi tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun atau Rp 137 per saham, serta dividen final sejumlah Rp 31,47 triliun atau Rp 209 per saham.