IHSG Berpotensi Turun ke Level 5850, Berikut Daftar Saham Pilihan

IHSG Berpotensi Turun ke Level 5850, Berikut Daftar Saham Pilihan
Ilustrasi: IHSG berpotensi turun ke level 5850 seiring ketegangan geopolitik yang meningkat. (Gambar: NET)

JAKARTA – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan bahwa indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Rabu (8/7). Hal ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir serta mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Teheran.

Pernyataan tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak dan mengguncang sentimen pasar global. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,09% dan S&P 500 turun 0,28%, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,2%.

Di pasar energi, harga minyak mentah Brent melonjak 5,43% ke level US$ 78,19/bbl. Sementara itu, minyak mentah WTI menguat 4,37% menjadi US$ 73,52/bbl.

"Saya pikir semuanya sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi," kata Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Trump kemudian memperkeras pernyataannya dengan ancaman serangan baru.

"Kami akan menghantam mereka dengan keras malam ini," ujar Trump, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Pernyataan tersebut muncul setelah AS pada Selasa melancarkan serangan balasan terhadap Iran atas insiden tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Saham sektor energi seperti ConocoPhillips naik 2%, Chevron Corporation menguat 1%, dan Marathon Petroleum melesat 5%. Sebaliknya, saham sektor konsumen yang rentan terhadap biaya energi mengalami pelemahan, seperti The Home Depot yang turun 2%, McDonald's merosot lebih dari 1%, serta Booking Holdings terkoreksi 4%.

Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas melemah pada perdagangan Rabu (8/7) akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan The Fed.

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 2,11% dan Topix terkoreksi 1,37%. Sementara di Korea Selatan, Kospi terkoreksi 5,35% dan Kosdaq melemah 5,56.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,21%, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat 3% dan Taiex Taiwan naik 0,56%. Konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani selera risiko investor global menjelang rilis risalah rapat FOMC bulan Juni.

IHSG pada perdagangan kemarin (08/7) ditutup turun 1,89% disertai aksi jual bersih asing atau net sell sebesar Rp 674 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.

“IHSG berpotensi melanjutkan koreksi ke 5850. Hati-hati jika break di bawah 5850, bisa koreksi ke 5650-5800. Diperkirakan Support IHSG: 5750-5850 dan Resist IHSG: 5900-5950,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (09/7), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk trading idea hari ini, yaitu ELSA, AKRA, JPFA, ENRG, PGAS, dan ISAT. Berikut adalah perincian strateginya:

ELSA: Buy on Weakness area 600-615, cutloss di bawah 595, target 625-635.

AKRA: Spec Buy area 1310-1320, cutloss di bawah 1300, target 1340-1355.

JPFA: Buy on Weakness area 1980-2010, cutloss di bawah 1970, target 2030-2070.

ENRG: Buy on Weakness area 1135-1175, cutloss di bawah 1130, target 1200-1215.

PGAS: Buy on Weakness area 1410-1425, cutloss di bawah 1400, target 1435-1450.

ISAT: Buy on Weakness area 1820-1850, cutloss di bawah 1800, target 1885-1900.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index