Lembaga SWF Indonesia INA Catat Aset Kelolaan Hingga 126 Triliun Rupiah

Lembaga SWF Indonesia INA Catat Aset Kelolaan Hingga 126 Triliun Rupiah
Ilustrasi: INA mencatat aset kelolaan mencapai Rp126 triliun pada tahun kelima operasionalnya. (Foto: NET)

JAKARTA – Lembaga pengelola kekayaan negara atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), telah mencatat total aset kelolaan (assets under management) mencapai Rp126 triliun pada tahun kelima operasionalnya. Dari total dana tersebut, investasi yang sudah berhasil direalisasikan dan disalurkan telah menyentuh angka Rp74,5 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) INA, Oki Ramadhana, mengungkapkan bahwa selama lima tahun terakhir, orientasi lembaga ini berfokus pada peningkatan kapasitas investasi dan pemberian nilai tambah bagi ekonomi domestik. Strategi investasi INA kini telah beralih menuju diversifikasi pada sektor investasi serta kelas aset untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sebagai investor, kami tidak bisa hanya berinvestasi pada satu kelas aset atau satu sektor. Portofolio harus terdiversifikasi agar mampu menciptakan nilai sekaligus menghasilkan imbal hasil yang optimal," ujar Oki sebagaimana dilansir dari sumber berita, Rabu (1/7/2026).

Nilai total aset kelolaan sebesar Rp126 triliun tersebut bersumber dari modal awal pemerintah yang terus berkembang melalui investasi serta kolaborasi dengan mitra global. Sementara itu, akumulasi investasi yang terealisasi saat ini berada di kisaran Rp74,5 triliun.

INA kini menginisiasi perluasan strategi investasi ke kelas aset baru seperti hybrid capital, private equity, serta solusi pembiayaan lainnya untuk menjaga stabilitas risiko dan imbal hasil jangka panjang. Sektor strategis seperti logistik, transportasi, infrastruktur, energi hijau, dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama lembaga ini.

Memasuki tahun 2025, ruang lingkup investasi dikembangkan lebih luas ke sektor manufaktur dan advanced materials untuk menyokong program industrialisasi serta hilirisasi nasional. Oki menegaskan bahwa strategi ini dirancang agar investasi INA tidak hanya mengejar keuntungan komersial, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta mendukung transformasi struktur ekonomi di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index