NEW YORK – Nilai komoditas emas dunia meroket lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat. Lonjakan ini dipicu oleh rilis data serapan tenaga kerja swasta Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Selain itu, pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang mengisyaratkan bahwa ancaman inflasi mulai menyusut turut memberikan sentimen positif. Harga emas spot terkerek 1,6 persen menuju 4.071,04 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat terperosok ke level terendah sejak November.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga menanjak 1,1 persen menuju level 4.082,40 dollar AS per ons. Pedagang logam independen, Tai Wong, memberikan tanggapannya mengenai pergerakan harga tersebut.
"Emas mengalami kenaikan yang cukup baik. Data ADP yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu awal, kemudian komentar Ketua The Fed Kevin Warsh bahwa inflasi mulai mereda membuat imbal hasil obligasi turun dan mengangkat pasar emas yang sebelumnya lesu," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Tai Wong juga menambahkan pandangannya mengenai pergerakan harga emas dalam waktu dekat. "Saya melihat emas setidaknya telah membentuk dasar untuk jangka pendek, kecuali jika besok data nonfarm payrolls AS keluar sangat kuat," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Data ketenagakerjaan ADP menunjukkan penambahan 98.000 lapangan kerja baru di sektor swasta pada Juni, jauh di bawah estimasi ekonom Reuters yang memprediksi 118.000 pekerjaan. Di sisi lain, Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen The Fed untuk menekan inflasi hingga mencapai target 2 persen.
Emas, yang sering dijadikan aset safe haven, cenderung sensitif terhadap kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi daya tarik logam mulia tersebut. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memproyeksikan probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada September mendatang berada di kisaran 65 persen.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran sedang melangsungkan negosiasi teknis di Doha untuk membahas kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz. Komoditas logam lainnya pun turut menguat, dengan harga perak menanjak 2,5 persen menuju 60,01 dollar AS per ons dan palladium naik 1,2 persen ke level 1.218,75 dollar AS per ons.
Harga platinum juga terkerek 2,2 persen menuju 1.584,75 dollar AS per ons. Sebelumnya, logam tersebut sempat terperosok ke level terendah sejak bulan November.