Kembangkan Layanan Healthy Ageing, Kimia Farma Incar Pasar Lansia

Kembangkan Layanan Healthy Ageing, Kimia Farma Incar Pasar Lansia
Ilustrasi: Kimia Farma mengembangkan layanan healthy ageing untuk pasar lansia di Indonesia.(Foto: NET)

JAKARTA – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mulai mengincar peluang dari pasar lanjut usia melalui pengembangan program layanan healthy ageing. Strategi tersebut dinilai selaras dengan potensi pasar yang besar dalam jangka panjang sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, berpandangan bahwa pasar healthy ageing memiliki prospek menjanjikan seiring tren penuaan populasi di Indonesia. “Dengan proyeksi nilai pasar mencapai Rp 500 triliun hingga Rp 700 triliun pada 2045, KAEF memiliki peluang untuk memanfaatkan ekosistem yang sudah dimiliki,” ujarnya, Jumat (19/6/2026) sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Keunggulan KAEF terletak pada jaringan yang terintegrasi, mulai dari apotek, klinik, laboratorium, hingga berbagai layanan kesehatan lainnya. Peluang pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada penjualan obat-obatan, melainkan juga dari penyediaan layanan kesehatan berkelanjutan bagi lansia.

Layanan seperti skrining kesehatan, pemantauan penyakit kronis, nutrisi, dan homecare berpeluang menjadi sumber pertumbuhan baru bagi emiten tersebut. Langkah ekspansi ke sektor nonfarmasi ini dipandang mampu mendukung perbaikan struktur profitabilitas perusahaan.

“Bisnis jasa kesehatan umumnya memiliki margin lebih baik dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga bahan baku maupun regulasi harga obat,” jelasnya sebagaimana dilansir dari sumber berita. Selain itu, layanan diagnostik dan medical check-up dapat mendatangkan pendapatan berulang yang jauh lebih stabil.

Azis menambahkan bahwa perubahan model bisnis perusahaan dari kuratif menuju preventif merupakan langkah strategis yang sangat tepat. “Layanan preventif cenderung memiliki margin lebih tinggi dibanding distribusi obat-obatan yang relatif tipis. Selain itu, model ini memungkinkan perusahaan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan,” katanya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pendekatan ini turut membuka peluang cross-selling pada berbagai jenis layanan kesehatan lainnya secara lebih luas. Meskipun demikian, Azis masih memberikan rekomendasi netral untuk saham KAEF dengan target harga pada kisaran Rp 500 hingga Rp 520 per lembar saham.

Para pelaku pasar saat ini masih memantau efektivitas proses transformasi bisnis tersebut dalam memacu kinerja perusahaan ke depannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index